Ads


» » » Menko Darmin Nasution : Tak Perlu Memasukkan Beras Impor, Stok Beras Masih Terpenuhi

Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan jika  musim kemarau berakhir, dan waktu tanam petani   tidak bergeser, maka tidak perlu memasukkan beras impor. Bahkan Menko memastikan untuk stok beras hingga akhir tahun 2015 masih terpenuhi.

"Mulai turunnya  hujan di sejumlah wilayah Indonesia membawa berkah. Pemerintah berjanji tak akan lepas beras impor ke pasar bila musim tanam berjalan mulus," katanya.

Ditemui di Universitas Indonesia (UI) Depok, kemarin, Darmin Nasution menjelaskan saat ini  pemerintah masih memantau  siklus pergantian musim. Jika musim kemarau berakhir, dan waktu tanam petani tidak bergeser, maka tidak perlu memasukkan beras impor.

"Waktu musim tanam petani terjadi  di bulan November. Kalau masih akan terjadi kekeringan agak panjang , itu berarti  musim tanam bergeser. Kalau bergeser  akan membuat kebutuhan kurang enggak bisa dipenuhi karena panen bergeser," ujarnya.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan untuk stok beras hingga akhir tahun 2015 masih terpenuhi.

"Kita lihat saja , apakah perlu dibawa masuk (beras Vietnam-red) .Kalau tidak perlu, ya...enggak dibawa masuk . Jangan pernah kuatir, itu belum masuk barangnya,"janjinya.

Pangkas Impor Beras 

Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline

Sementara itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tahun ini Indonesia sudah memangkas impor beras 7 juta ton sampai 8 juta ton.Saat El Nino tahun 1998 dengan skala kekuatan 1,9 , Indonesia impor beras  7,1 juta ton  dengan penduduk 200 juta.

"Sekarang penduduk sudah 222 juta dengan El Nino lebih kuat mencapai intensitas 2,35, seharusnya kita impor 9 juta ton beras kalau  tidak ada upaya khusus swasembada pangan," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah telah menandatangani kesepakatan impor 1,5 juta ton dari Vietnam. Keputusan itu dilakukan sebagai antisipasi terhadap fenomena kemarau panjang.

Selain beras, Mentan Andi Amran Sulaiman mengkklaim berhasil meningkatkan sejumlah komoditas hingga surplus."Kita ekspor kacang hijau 60 ribu ton ke lima negara. Bawang merah tadinya mau impor jadi ekspor. Jagung ekspor 400 ribu ton. Ayam ekspor ke Myanmar. Beras ketan ekspor ke Italia 134 ton. Itu baru pemanasan," ujarnya. (pulo lasman simanjuntak)











eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini