breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Setahun Menjabat, Mentan Andi Amran Sulaiman Sukses Stabilkan Harga Bawang Merah

Share This

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta , BeritaRayaOnline,-Ketua Umum Komite Mahasiswa (KMP) NTB-Jakarta, Johan Jauharin mengapresiasi berbagai gebrakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam menstabilkan harga bawang nasional selama satu tahun memimpin Kementerian Pertanian (Kementan).

Menurut Johan, masalah besar yang dihadapi Kementan selama satu tahun pemerintahan Jokowi-JK yaitu melambungnya harga bawang merah saat menjelang dan selama bulan suci ramadhan di pasaran kota-kota besar seperti DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya, Surabaya, Semarang, Solo, Makassar, dan Bandung mencapai Rp 30 ribu hingga 40 ribu per kilogram (kg). Kondisi ini berlangsung di bulan Juli, Juni dan Agustus 2015.

“Harga ini, sungguh mencekik konsumen dan para pedagang pun banyak merugi karena sedikitnya pembeli,” ujar Johan dalam diskusi dengan para mahasiswa dan pemuda NTB di Jakarta yang bertajuk Membangun Pertanian NTB Yang Handal dan Berdaya Saing, Senin (23/11/2015).

Johan mengatakan jika mengacu pada hukum ekonomi yaitu Supply dan Demand, tentu semua kalangan memandang negeri kita krisis stok bawang merah akibat produksi petani yang sedikit. Atas dasar kondisi ini, pemerintah melalui rapat kabinetnya memutuskan untuk mengambil jalan impor.

 Kebijakan ini dianggap ampuh untuk menstabilkan harga bawang merah di pasaran.

Namun, Johan mengatakan Kementan tidak tinggal diam. Melalui Menterinya yang memiliki energi tawaf dan lihai bergerak secara spiral dalam memastikan stok dan harga bawang merah, Kementan menggandeng Perum Bulog, pimpinan DPR RI, Komisi IV DPR RI dan Kementerian Perdagangan melakukan inspeksi mendadak dan operasi pasar secara besar-besar dan rutin di berbagai pasar yang ada di daerah Jabodetabek, Jawa Barat, Solo, Brebes, Banyuwangi, Manado, Makassar, Jeneponto, dan Bone selama menjelang masuknya dan saat Bulan Ramadhan.

“Tidak hanya itu, Menteri Pertanian pun gencar melakukan panen raya bawang merah di daerah penghasil dan sentral produksi. Tercatat, Menteri Pertanian melakukan panen bawang di Nganjuk Jawa Timur, Berebes Jawa Tengah, Bone Sulawesi Selatan, dan Bima Nusa Tenggara Barat. Ini dilakukan untuk membuktikan stok bawang merah dalam negeri masih tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional,” tutur Johan.

Johan menuturkan faktanya terbukti produksi dan stok bawang merah dalam negeri mencukupi
kebutuhan nasional. Produksi bawang merah di Bima mencapai 40 ribu ton dan Brebes sebanyak 50 ribu ton sehingga produksi total di 2 daerah sentral ini sebanyak 90 ribu ton. Total produksi ini mampu memenuhi kebutuhan bawang merah nasional saat menjelang dan bulang Bulan Ramadhan yang hanya 80 hingga 90 ribu ton. (liputan6.com/lasman simanjuntak)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama