breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Sekretaris Ditjen Penyediaan Perumahan : Dengan Lelang Dini Pelaksanaan Pekerjaan Bisa Awal Tahun 2016

Share This

















Jakarta,BeritaRayaOnline,-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan ,Senin  (30/11/2015) melakukan launching pelelangan dini paket kontraktual Tahun Anggaran (TA)2016.

Sebanyak 128 paket pekerjaan kontraktual senilai Rp163,9 milyar telah dilelang bulan November ini dan akan dilanjutkan lebih banyak lagi yakni 780 paket senilai Rp 5,1 triliun pada bulan Desember 2015. Sehingga paket pekerjaan kontraktual Tahun 2016 yang akan dilelang Tahun 2015 sebanyak 908 pket dengan nilai Rp 5,309 triliun.

 Dengan adanya lelang dini ini diharapkan pelaksanaan pekerjaan tahun 2016 bisa diawal tahun sehingga serapan anggarannya ditargetkan sudah bisa 3 persen pada bulan Januari 2016.

“Kalau sebelumnya baru lelang di Januari, Februari dan mulai kontrak baru Maret April Mei, kita coba untuk memulai sejak awal sehingga diharapkan Januari mulai penyerapan" kata Sekretaris Ditjen Penyediaan Perumahan Heri Eko Purwanto pada acara Launching Pengadaan Paket Lelang Barang/Jasa di Lingkungan Direktorat Penyediaan Perumahan Tahun Anggaran 2016 di Jakarta (30/11/2015).

Dalam acara tersebut turut hadir Direktur Perencanaan Penyediaan Perumahan, Dedy Permadi, Direktur Rumah Swadaya Hardi Simamora, Direktur Rumah Khusus Lukman Hakim, dan Direktur Rumah Umum dan Komersial Irma Yanti.

Heri Eko Purwanto, mengatakan dari total 1.057 paket senilai Rp 6,453 Triliun yang dimiliki oleh Ditjen Penyediaan Perumahan, sisanya akan dilanjutkan pada Bulan Januari hingga Maret 2016. Pada Januari 2016 sebanyak 64 paket senilai 21,5 milyar, Februari 60 paket senilai 554 milyar dan Maret 25 paket senilai 154 milyar.

Sementara itu target RPJMN 2015 – 2019 yang ingin digapai pemerintah dibidang penyediaan rumah adalah terbangunnya 550 ribu unit satuan rumah susun, terbangunnya 50 ribu unit rumah khusus di daerah pasca bencana/konflik, maritime dan perbatasan negara dan terwujudnya rumah swadaya yang layak dan terjangkau bagi 1.750 ribu MBR. Ditambah lagi terealisasinya bantuan Prasarana Sarana Umum (PSU) pada  676.950 unit rumah umum.

Direktur  Rumah Khusus, Lukman Hakim, Ditjen Penyediaan Perumahan  menyatakan dalam RPJMN dana yang dialokasikan hanya Rp 33 triliun atau rata-rata sekitar Rp 7 triliun per tahun. Sementara kebutuhan riil nya diperkirakan mencapai 180 Triliun. Kondisi ini dinilai sangat jauh dari memadai, sehingga dikuatirkan target RPJM tidak tercapai.(sony/biro komunikasi publik kementerian pupr/www.pu.go.id/lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama