breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Petani Jagung Tanah Karo Undang Mentan Hadir Dalam Puncak Panen Raya 500 Ribu Ton

Share This

Areal Tanaman Jagung Hibrida di Desa Perbesi, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Tanah Karo, BeritaRayaOnline,- Para petani di Desa Perbesi, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengundang Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk hadir dalam acara panen raya jagung hibrida mulai akhir Desember 2015. Puncak panen raya akan terjadi pada Januari-Februari 2016 mendatang yang dapat mencapai 500 ribu ton.

Hal ini disampaikan para petani jagung yang tergabung dalam Gapoktan Sirehulo di Desa Perbesi, Kecamatan Tiga Binang , Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, kepada wartawan BeritaRayaOnline, Jumat (6/11/2015).

"Pada puncak panen raya jagung Januari 2016 mendatang kami ingin mengundang Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman untuk datang ke Tanah Karo ini bersama-sama petani panen raya.Kedatangan Mentan dapat juga diisi dengan dialog petani, sehingga dapat diketahui langsung kekurangan dan kelemahan para petani jagung di sini," jelas S.Sembiring (62 tahun), Ketua Gapoktan Siregulo yang membawahi 14 kelompok tani  atau 800 petani  jagung dengan areal seluas 1700 hektar.

Permintaan untuk kedatangan Mentan ke Tanah Karo juga disampaikan oleh James Ginting (40 tahun), pengumpul jagung dari Gudang Lau Gembong, Desa Perbesi, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo.

"Saya sangat setuju Bapak Menteri Pertanian bisa datang kemari saat panen raya jagung," pintanya.


Sementara itu Munarta Ginting, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo, juga menganggukkan kepala tanda setuju, bila Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dapat menghadiri puncak panen raya jagung di Tanah Karo Januari 2016 mendatang.

"Apalagi kita sudah surplus sebagai pemasok jagung terbesar untuk Provinsi Sumatera Utara. Produksi tahun 2014 lalu saja mencapai 413 ribu ton, tahun 2015 ini dapat mencapai 500 ribu ton," jelasnya.

Menurutnya, luas areal tanaman jagung di Tanah Karo, Sumut, mencapai 70 ribu hektar, kadang fluktuatif bisa mencapai 80 ribu hektar. Produktivitas mencapai 63,18 kuintal/ha (produktivitas rata-rata).

"Kendala yang masih dihadapi yaitu  produktivitas yang terkait dengan ketersediaan pupuk.Dialokasikan 30 %, namun terkadang 30 % realisasi tak sesuai di lapangan pupuk tidak datang," kilahnya. (lasman simanjuntak)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama