breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Petani Ciberes, Kec.Patok Beusi, Kab.Subang akan Panen Raya Februari-Maret 2016

Share This

H.Otong Wiranta, Ketua KTNA Kabupaten Subang sedang diwawancarai wartawan di areal persawahan di Desa Ciberes, Kecamatan Patok Beusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (20/11/2015). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Subang, BeritaRayaOnline,-Ketua KTNA Subang H.Otong Wiranta  didampingi  Lesmana, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Patok Beusi kepada wartawan- termasuk BeritaRayaOnline- menjelaskan dalam memasuki musim hujan, petani Subang mulai melakukan penanaman padi varietas Ciherang pada lahan seluas  kurang lebih 300 hektar guna persiapan panen puncak pada Maret 2016 mendatang.

"Panen raya akan dimulai pada Februari sampai dengan Maret 2016 mendatang dengan produksi 7 ton sampai 8 ton dengan sistem tanam yang masih manual yang dilakukan satu rombongan terdiri dari 20 sampai 30 orang  mengerjakan 3 hektar per harinya dengan harga Rp 5200 per kg per Gabang Kering Panen atau  GKP," jelasnya ketika ditemui di areal persawahan Desa Ciberes, Kecamatan Patok Beusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat pagi (20/11/2015).

Teks Foto : Petani di Desa Ciberes, Kab.Subang, Jumat pagi (20/11/2015) sedang menanam bibit padi dalam rangka percepatan tanam memasuki musim hujan. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)


"Debit air memang sempat berkurang pada musim kemarau khususnya setelah tanam serentak untuk musim gadu . Namun, kini sudah memasuki musim penghujan ,air tak jadi masalah lagi," ujar H.Otong Wiranta, Ketua KTNA Subang yang membawahi 1500 kelompok tani di Kabupaten Subang.

Kendala yang dihadapi para petani antara lain hama penyakit terutama memasuki musim hujan tahun ini. Penyakit kresek yang timbul karena kelembaban tinggi. Belum lagi serangan hama tikus.

"Hama penyakit memang sulit diprediksi seperti hama tikus dengan penggerek batang, kresek yang daunnya mengering, dan hama wereng meskipun masih ada, tetapi hanya sedikit-sedikit atau spot-spot saja," ucapnya.

Menjawab pertanyaan wartawan BeritaRayaOnline soal alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Subang, H.Otong Wiranta mengatakan  tahun 2004 lalu pihaknya memang pernah mengajukan protes kepada pemda setempat. Namun, sejak dikeluarkannya Perda tentang lahan pertanian abadi, alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Subang ( seluas 84 ribu hektar-red) sudah dapat dikendalikan.

Soal impor beras yang belakangan ini masuk dari Vietnam, H.Otong Wiranta mengemukakan bila impor beras tak ganggu komoditas petani tak menjadi masalah.

"Namun, kalau impor sampai menganggu  harga kita akan protes," selanya. (lasman simanjuntak)


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama