breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Pekerjaan Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Dalam Empat Paket Telan Dana Rp 1,18 Triliun

Share This

Obrolan PUPR-RRI: Acara obrolan 'PUPR dan RRI' Pro3 FM 88 8 MHz dengan nara sumber T.Iskandar (Kepala BBWSCC) dan Clara Wresti (Jurnalis Kompas ) berlangsung di Resto Nusantara, Jalan Raya Jatiwaringin No.54, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu sore (4/11/2015). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Pekerjaan proyek normalisasi Sungai Ciliwung yang dibagi dalam empat paket  (multiyears) dengan pekerjaan utama tebing sungai, galian alur sungai, pembuatan tanggul, dan jalan inspeksi diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp 1,18 triliun bersumber dari APBN-Murni  dimulai pada akhir 2013 dan diperkirakan selesai Desember 2016.

"Memang tinggal setahun lagi. Namun, progress fisik baru mencapai 30 %, seharusnya 70 % karena terbentur masalah lahan tanah, " jawab  T.Iskandar, Kepala Balai Besar Wilayah (BBW) Sungai Ciliwung-Cisadane (SCC), Ditjen Sumber Daya Air (SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjawab pertanyaan BeritaRayaOnline dalam acara 'Obrolan PUPR" dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Pro3 FM 88 8 MHz di Jakarta, Rabu sore (4/11/2015).

Dijelaskannya,  pekerjaan proyek normalisasi Sungai Ciiliwung sepanjang 19 kilometer diharapkan nantinya dapat menampung debit air 570 M3/detik-saat ini baru 200 M3/detik- dengan pelebaran badan sungai 35 meter sampai 45 meter.

Paket pertama, lanjut T.Iskandar, Kepala BBWSCC, sepanjang  kurang lebih 4,89 kilometer dari Pintu Air Manggarai  sampai Jembatan Kampung Melayu  dengan kebutuhan lahan sebanyak  14,64 Ha. Pada Agustus 2015 progress fisik pekerjaan ini 30,028 %. Paket kedua,  sepanjang kurang lebih 6,61 kilometer dari Jembatan Kampung Melayu sampai Jembatan Kalibata dengan kebutuhan lahan 26,97 Ha. Pada Agustus 2015  progress fisik pekerjaan ini  31,129 %.

Paket ketiga,  sepanjang 6,49 kilometer dari Jembatan Kalibata sampai Jembatan Condet dengan kebutuhan lahan 7,63 Ha. Pada Agustus 2015  progress fisik dari pekerjaan ini adalah 33,254%. Paket keempat, sepanjang 6,18 kilometer dari Jembatan Condet hingga Jembatan Tol Jorr TB Simatupang dengan kebutuhan lahan 44,76 Ha.

"Dari data tersebut total kebutuhan lahan normalisasi Kali Ciliwung adalah 94,00 Ha dengan progress pembebasan dan penertiban lahan baru mencapai 9,99 Ha," ujarnya.

Menyinggung tentang pembebasan lahan tanah yang terakhir terdapat pada pekerjaan di kawasan Bidadara Cina, Jakarta Timur dan kawasan Kebon Baru.

"Ada lahan yang harus bebas seluas 3 hektar di wilayah RW 04,05, dan RW 06 sebanyak 81 KK. Mereka pindah (ke rusun Cipinang-red) dan membongkar rumahnya sendiri. Memang sudah ada perubahan dan respon yang baik dari masyarakat untuk menciptakan rasa aman, nyaman, dan sehat di sepanjang Sungai Ciliwung," kata T.Iskandar. (lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama