Ads


» » » Mentan : Upaya Ini Dilakukan Agar Distribusi Sapi Dapat Lancar di Seluruh Indonesia

Teks Foto :  Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi, Menteri PertanianAndi Amran Sulaiman, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melakukan jumpa pers usai penandatanganan memorandum of understanding (MoU) kerjasama pengadaan komoditi pangan strategis, di Kantor Kementerian Pertanian, di Jakarta Selatan,  Jumat (13/11/2015). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta, BeritaRayaOnline,- "Upaya ini dilakukan agar distribusi sapi dapat lancar di seluruh Indonesia. Coba bayangkan diperiksa sampai dua minggu, bukan penggemukan (gemuk-red), malah terjadi pengurusan (kurus-red). Berat badan turun sampai 20 persen," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada wartawan- termasuk BeritaRayaOnline-  usai jumpa pers acara memorandum of understanding (MoU) kerjasama pengadaan komoditi pangan strategis termasuk angkutan sapi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat sore (13/11/2015).

Dikatakan lagi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman  berat badan turun sampai 20 persen, lalu dikalikan Rp 27 ribu sampai Rp 30 ribu.

" Rp 6 ribu yang harus kita hemat, tetapi hilang di tengah jalan. Ini akan kita 'pangkas'. Alhamdulilah, kapal angkutan ternak telah kita kita operasikan. Bapak Presiden nanti dua minggu ke depan Insya Allah bisa melepas angkutan kapal ternak perdana yang mengangkut ternak sapi dari Provinsi NTT dan NTB," ujarnya.

Ditanya wartawan berapa sebetulnya kebutuhan sapi di wilayah Jabodetabek ini, Mentan menjawab kebutuhan sapi untuk wilayah jabodetabek sebanyak 6o ribu ekor/ bulan dikalikan 12.

"Semua ini untuk stabilkan harga daging sapi. Lagi-lagi ini bukan monopoli lho. Ini hanya kita ingin memperlancar distribusi sapi dari Provinsi NTT dan NTB yang selama ini sering kesulitan transportasi angkutan sapi untuk menuju ke Jakarta. Bila kapal angkutan ternak masih kurang, bapak Presiden bilang kapal bisa ditambah," katanya.

Menjawab pertanyaan tentang impor sapi, Mentan Andi Amran Sulaiman seperti biasa menjawab dengan 'bijak' ."Impor harus dikendalikan. Impor harus sesuai kebutuhan dalam negeri, tidak dengan keinginan."




Suplai Sapi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meneken kerja sama dengan Kementerian Pertanian dan lima provinsi lainnya terkait ketahanan pangan.

Salah satu kerja sama yang disepakati adalah suplai sapi dari lima provinsi untuk Pemprov DKI. Lima provinsi tersebut adalah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.

Melalui kerja sama ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berharap harga daging sapi di Jakarta bisa terjaga.

"Keuntungannya, warga DKI tentu tidak membeli daging sapi dengan harga yang terlalu fluktuaktif. Berarti, kami juga dapat mencegah terjadinya inflasi," kata Basuki kepada wartawan seusai penandatanganan nota kesepahaman kerja sama  (MoU) ketahanan pangan, di Kementerian Pertanian, di Jakarta,  Jumat (13/11/2015).

Pada akhirnya, harga sapi yang bisa ditekan tersebut juga bisa memengaruhi survei angka kebutuhan hidup layak (KHL) yang menentukan upah minimum provinsi (UMP) DKI. Harga pangan, menurut Basuki, termasuk unsur yang paling mahal di Jakarta.

"Di Jakarta, yang paling mahal itu kan transportasi, perumahan, dan makanan. Kalau ini (harga daging sapi) bisa kami tahan, lalu kami kerja sama dengan PT Food Station Tjipinang Jaya soal komoditas beras, jagung, sayur, dan segala macam, maka otomatis kami bisa meringankan beban hidup orang," jelasnya.

Rencananya, Pemprov DKI akan menunjuk PT Dharmajaya untuk memotong sapi-sapi kiriman dari daerah-daerah tersebut.

Pemprov juga menunjuk PT Pasar Jaya untuk mendistribusikan daging sapi tersebut. Basuki menargetkan bahwa Pemprov DKI bisa memenuhi kebutuhan daging sapi warga Jakarta hingga 30 persen.

 Siapkan Enam Kapal




Kementerian Perhubungan  melalui Ditjen Perhubungan Laut   telah menyiapkan enam kapal untuk mengangkut sapi-sapi dari lima provinsi mitra kerja sama tersebut.

Menteri Pertanian Andri Amran Sulaiman menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan enam pimpinan daerah. Daerah tersebut adalah Provinsi DKI Jakarta, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Menurut Menteri Pertanian Andi  Amran Sulaiman , nota kesepahaman ini merupakan wujud dukungan Kementerian Pertanian terhadap upaya Pemprov DKI untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sapi. Selain itu, MoU ini juga merupakan wujud bantuan Kementerian Pertanian terhadap sulitnya distribusi sapi dari daerah-daerah produsen sapi seperti NTB dan NTT.

"Selama ini daerah NTB dan NTT kesulitan dalam melakukan distribusi sapi. Kali ini dengan adanya MoU, kedua daerah tersebut dapat menjadi penyangga Jakarta untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi,” ujarnya.

Dalam MoU ini, disepakati kerjasama distribusi daging sapi menuju DKI Jakarta. Pemerintah memberikan stimulus berupa bantuan kapal pengangkut sapi dari daerah produsen sapi menuju DKI Jakarta. ( dbs/lasman simanjuntak)
Foto-foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini