Ads


» » » Mentan Berjanji Perjuangkan Ketersediaan Lahan untuk Bangun Industri Pangan Khususnya Pabrik Gula




Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja ke Provinsi Lampung , Kamis (12/11/2015), sempat melihat langsung hamparan  areal  tanaman tebu milik perusahaan perkebunan swasta PT.Adi Karya Gemilang (Sungai Budi Group) di Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Lampung, BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berjanji akan memperjuangkan ketersediaan lahan untuk membangun industri pangan nasional. 

"Saat ini, atas arahan presiden kalau pengusaha sendiri yang mencari atau mengusahakan lahan, harus direalisasikan dengan cepat. Kita akan dukung itu," kata Mentan Andi Amran Sulaiman saat meresmikan ekspor nanas kemasan kaleng di Way Jepara, Lampung Timur,  Provinsi Lampung, Kamis (12/11/2015).

Selanjutnya Amran mencontohkan pabrik gula yang perlu waktu 13 tahun untuk pembebasan lahan. Ke depan, pemerintah akan mendukung adanya percepatan melalui kebijakan yang bernuansa deregulasi dan debirokratisasi.

"Habis energi, habis juga dana hanya untuk mengurus penyediaan lahan. Ini yang menyebabkan investor malas. Ke depan tidak boleh terjadi lagi," katanya.

Selain itu, Amran mengungkapkan adanya investor yang tertarik membangun 15 pabrik gula di Indonesia. Agar pabrik gula bisa optimal karena lahan untuk ditanami tebu, bahan baku utama tebu.

Sekedar informasi saja, pabrik gula di Indonesia banyak yang tak optimal. Memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 10 ribu ton per hari. Namun kenyataannya, pabrik itu hanya produksi separuhnya atau 5 ribu ton per hari.

"Ke-15 pabrik gula itu memerlukan tambahan areal perkebunan tebu seluas 300 ribu hektar. Kami sudah sampaikan ke presiden, beliau setuju. Sekarang sedang dibahas dengan menteri kehutanan, agraria dan BPN. Mudah-mudahan bisa cepat," papar Amran.

Soal investornya, kata Mentan Amran sudah siap. Dari nilai investasi Rp 113 triliun, mereka sudah menunjukkan dana komitmen Rp 14-20 triliun. "Investornya sudah 13 orang, berasal dari PMA, dan PMDN. Ada dari India, Brazil dan Australia," paparnya.

Urus Sendiri

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tak mau lama-lama menunggu proses pemberian lahan untuk pabrik gula. Ia bertekad mengurus sendiri pemberian lahan dan meminta Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan izin yang sudah diajukan beberapa waktu lalu.

"Mudah-mudahan bulan depan sudah ada kabar (persetujuan pemberian lahan)," kata Mentan Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi pabrik gula di Lampung Tengah, Lampung, Kamis (12/11/2015).

Apalagi, PT Adhikarya Gemilang, perusahaan yang mengajukan izin, sudah masuk program pengadaan 300 ribu hektare. Perusahaan ini mendapat lahan 30 ribu hektare.

"Masuk program, prinsipnya Presiden setuju, cuma modelnya apakah ini pinjam atau sewa 30 tahun. Jangan ini pabrik cari lahan di Irian. Pabrik di sini, tanam tebu di Irian," kata Amran.

Tiga pekan lalu, tambah Amran, pihaknya telah menginventarisasi seluruh pabrik gula di Indonesia. Pihaknya menemukan 15 pabrik yang mengalami idle capacity (kapasitas tak terpakai) karena tak punya lahan.

Lahan 300 ribu hektare diusulkan diberikan kepada pabrik gula. Jika lahan diolah dengan baik, produksi gula bisa cepat terwujud. Saat ini, pemerintah fokus pada pabrik yang sudah berdiri.

"Gula dengan segera (menciptakan) Rp133 triliun investasi. Yang ada dulu kita optimalkan, kemudian bangun baru," tambahnya.

Tekan Impor Gula
Sementara itu anggota Komisi IV DPR RI  dari Fraksi PDI Perjuangan Sudin 'mengamini' niatan ini. Pihaknya berniat menekan angka impor gula. Menurut Sudin, DPR bisa membantu dari segi regulasi dan keputusan politik.

"Paling tidak Kemenhut minta persertujuan, Komisi IV akan mendukung biar jelas regulasinya. Kalau keputusan politik tidak ada tidak bisa gerak," kata Sudin saat mendampingi Mentan. 

Pemerintah bakal menyiapkan tambahan lahan seluas 300 ribu hektar untuk pabrik-pabrik gula di Indonesia. Menurut Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, rencana tersebut sudah mendapat lampu hijau dari Presiden Joko Widodo.

Mentan mengatakan, saat ini ada 15 pabrik gula eksisting yang butuh perluasan lahan lahan mencapai 300.000 hektar

"Tiga minggu lalu kita lakukan pertemuan, inventarisasi pabrik gula. Pabrik banyak yang idle capacity. Bahan baku tidak cukup karena lahan tidak cukup. Kami usulkan 300.000 hektar ke Presiden khusus untuk perusahaan idle capacity. Pada prinsipnya Presiden setuju,'' ujar Amran Sulaiman saat mengunjungi pabrik gula di Lampung Tengah, Kamis (12/11/2015).

Selanjutnya, pemerintah akan mengkaji model pemakaian lahan, misalnya dengan sistem sewa. Artinya, perusahaan akan menempati lahan itu dalam jangka waktu dan biaya tertentu yang ditetapkan.

"Tinggal modelnya pinjam, sewa atau bagaimana akan kita atur," tutur Amran.

Dia menambahkan, salah satu tujuan dari pengadaan lahan tambahan ini agar pabrik dan kebun berada dalam satu lokasi yang sama. 

"Jangan sampai pabriknya di sini, kebunnya di Papua," kata Amran

Menteri Pertanian Amran Sulaiman melanjutkan blusukannya di Lampung hari ini dengan mengunjungi PT Adi Karya Gemilang (AKG), anak usaha Sungai Budi Group. Perusahaan ini adalah produsen gula kristal putih. Pukul 10.00 WIB Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman beserta rombongan tiba di lokasi pabrik gula PT Adi Karya Gemilang (AKG) di Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Kamis (12/11/2015). Mentan didampingi Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, Armal Djunaidi, serta pemilik PT AKG, Widarto.

Di lokasi pabrik itu, Mentan bercerita tentang pengalamannya sulit membebaskan lahan dan kisahnya saat masih bekerja di pabrik gula. Menurut Mentan, dia pernah membebaskan lahan untuk perkebunan hingga memakan waktu 10 tahun.

"Ada pengalaman saya bebaskan lahan 10 tahun hanya 1.000 hektar. Lebih banyak diskusi daripada bangun pabrik," ujar Mentan di lokasi pabrik PT AKG, Lampung Tengah, Kamis (12/11).

Mentan melanjutkan, dia juga pernah bekerja hingga tidur di pabrik gula milik PT. Perkebunan Nusantara (PTPN).

"Saya lama di pabrik gula. Saya tidur di cane yard, saya tidak mau macet ini pabrik. 7.000 peserta se-Indonesia yang diangkat. Jadi saya tahu persis soal tebu," ungkap Mentan.

Selain menceritakan pengalamannya, Mentan juga mendapat penjelasan kegiatan produksi di PT AKG. Perusahaan tersebut membangun pabrik gula putih baru berkapasitas 8.000 ton cane per day (tcd). Produksi pabrik baru tersebut ditargetkan mencapai 180 ribu ton per tahun. Selain memproduksi gula putih juga budidaya ubi kayu dan sawit hingga mengembangkan produk turunannya.

"Kami budidaya tebu, ubi kayu, sawit sampai produk turunannya. Produk turunan ubi kayu atau singkong mulai dari pucuk batang cacah, kulit singkong, bonggol singkong, onggok kering, onggok pellet," jelas Widarto
(dbs/lasman)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini