Ads


» » » Mentan Andi Amran Sulaiman : 2016 Tak Boleh Lagi Pupuk Terlambat di Kabupaten Lampung Timur


Lampung Utara, BeritaRayaOnline,- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung merespon keluhan para petani di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, soal "keluhan" masih sering terlambatnya pengadaan pupuk saat petani mulai tanam.

""Tahun 2016 tak ada lagi kata pupuk terlambat. Pak Kadis Pertanian..pupuk jangan terlambat lagi ya," pesan Mentan saat berdialog dengan para petani pada acara panen raya padi Program RJTIT Optimasi Lahan dan GP.PTT di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Rabu (11/11/2015).

Bahkan Mentan yang didampingi Dirjen Hortikultura Spudnik Sujono dan Wakil Gubernur Lampung Bakhtiar Basri langsung menyelesaikan permasalahan keterlambatan pupuk (urea, npk, dan ponsca-red) di lapangan saat itu juga.

"Pupuk harus stand by di lapangan. Pak Kadis Pertanian tolong diperhatikan pupuk jangan lagi terlambat karena bisa menurunkan produksi. Kalau pupuk masih juga datang terlambat, petani silahkan lapor dan datang kepada saya di Kementerian Pertanian di Jakarta ya.Namun, jangan rombongan ya, cukup satu orang mewakili, semua saya yang  keluarkan biaya," tegasnya.


Mentan Amran juga menegaskan aparat berwenang harus menindak tegas pihak-pihak yang menyelewengkan pupuk bersubsidi. "Harus ditindak tegas, harus," tegasnya.




Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengaku sudah lima kali datang ke Provinsi Lampung menyebutkan tahun 2014 Provinsi Lampung memperoleh bantuan anggaran pertanian Rp 361 miliar, dan tahun 2015 ini Rp 1,4 triliun bantuan anggaran pertanian untuk Provinsi Lampung.

"Khusus untuk Kabupaten Lampung Timur tahun 2015 ini bantuan dari pertanian mencapai sebesar Rp 76 miliar, sedangkan tahun 2014 lalu Rp 17 miliar. Tahun depan diharapkan sama seperti tahun ini.Dengan produksi padi di Kabupaten Lampung Timur sebesar 23 % sudah cukup bagus, tetapi bisa dinaikkan lagi di atas 23 %. Rata-rata produksi padi tingkat nasional 4,8 %," jelasnya.

Menyinggung tentang panen raya padi di DesaTanjung Sari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan ini semua merupakan hasil kerja keras kita semua Kajati turun ke sawah, Danrem, Babinsa juga turun ke lapangan.

" 33 ribu hektar panen raya padi saat negara kita sedang dilanda El Nino paling kuat sepanjang sejarah 2,5 persen intensitasnya. Tahun 1998 El Nino dengan intensitas 1,9 persen kita impor beras 7,1 juta ton. Sedangkan El Nino tahun 2015 dengan intensitas 2,5 persen dan jumlah penduduk sudah mencapai 250 juta lebih seharusnya kita impor beras 9juta ton. Namun, sampai hari ini kita tak pernah impor beras," ujarnya seraya menambahkan tanam padi lalu panen raya saat musim kemarau ini manfaatnya luar biasa.

Menurut Mentan, kalau kita kendalikan impor, petani kita akan makin kuat. Sebab, petani kita sudah semakin pintar dan cerdas.


"Petani kita sudah pintar.Kalau keluar uang Rp 8 juta, lalu kembalinya Rp 6 juta, mereka tidak mau lagi seperti ini," katanya.

Sementara itu wakil Gubernur Lampung Bakhtiar Basri dalam sambutan singkatnya mengatakan dalam keadaan musim kemarau kita masih bisa panen. Ini luar biasa dan paling penting.

"Dulu pertama kali menjadi Menteri Pertanian langsung kunker ke Provinsi Lampung. Kami rapat di rumah saya. Saat itu saya tanya sama beliau apakah serius untuk swasembada pangan. Beliau bilang serius, dan ini membuat saya makin bersemangat. Kita punya komitmen tinggi di sini," ujarnya. (lasman simanjuntak)
Foto-foto :Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline








eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini