Ads


» » » Mentan Ajak Ngobrol 47 Pengusaha Sapi NTT

Mentan Amran Sulaiman saat meninjau Pelabuhan Tenau, Kupang, NTT, Selasa, 17 November. (Foto: MTVN/Husen Miftahudin)
 Kupang.BeritaRayaOnline,- Sulitnya perizinan dan mahalnya biaya pengiriman sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ke daerah lain membuat pengusaha sapi sulit mengembangkan bisnis mereka. Bahkan, akibat mahalnya biaya administrasi, tak jarang mereka menaikkan harga jual sapi sehingga harga daging sapi di pasaran membengkak.

Salah satu pengusaha sapi asal Kupang, Daniel mengakui, biaya yang dikeluarkan para pengusaha membengkak mengingat banyaknya biaya tambahan seperti perizinan, administrasi dan dokumen pengiriman. Terlebih lamanya waktu tempuh pengiriman membuat bobot sapi berkurang sekitar 20-30 persen.

"Selama ini banyak masalahnya. Salah satunya administrasi yang membengkak dari perizinan. Habis semua untuk biaya perjalanan saja. Terlebih waktu tempuh yang lama membuat bobot sapi jadi susut 20-30 persen," ujar Daniel ditemui di Hotel Aston, Jalan Timor Raya No 142, Kota Kupang, NTT, Rabu (18/11/2015).


 
 Hal tersebut membuat Menteri Pertanian (Mentan) Andy Amran Sulaiman memberi waktu khusus untuk berbincang mengenai permasalahan yang sering dikeluhkan pengusaha sapi. Sebanyak 47 pengusaha sapi NTT pun diundang untuk memecahkan masalah-masalah tersebut.

Sebelumnya, Amran memberi jaminan kepada para pengusaha bahwa tak akan ada lagi proses administrasi pengiriman yang berbelit dan biaya tambahan yang membengkak. Hal ini ditujukan agar harga daging sapi di pasaran dapat stabil.

"Saya jamin pihak karantina tidak persulit urusan perizinan. Kalau persulit berarti dia tidak mencintai pekerjaannya. Juga saya pastikan tidak ada biaya administrasi, kecuali biaya angkut kapal itu sendiri," tegas Amran.(metrotvnews.com/lasman)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini