breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Maura Linda Sitanggang : Masyarakat Harus Melihat Obat Resep Dokter Secara Kritis dan Cerdas

Share This

Jakarta,BeritaRayaOnline, "Masyarakat harus melihat obat resep dokter secara kritis dan cerdas.Harus pula bersikap kritis pada apoteker,dan itu kita cerdaskan masyarakat.Apoteker tak boleh nganggur, masyarakat tak dikenakan biaya untuk apoteker bila bertanya soal obat," pesan Direktur Jenderal Bina Farmasi dan Alkes Kementerian Kesehatan Dra.Maura Linda Sitanggang,Apt,Phd dalam acara temu media di Jakarta, Selasa (24/11/2015) sehubungan dengan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat).

Menurutnya, peraturan tidak hanya regulasi , tetapi juga edukasi pemberdayaan masyarakat, sehingga masyarakat lebih cerdas."Farmasi bisa hadir di tengah-tengah masyarakat," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut kepada wartawan, Dra.Maura Linda Sitanggang, Apt, Phd, didampingi Prof.dr.Taralan Tambunan Sp.A (k), Komite Pengendalian Resistensi Antibiotik, ARCP-RSCM, Jakarta, menjelaskan mengenai  Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) yang telah dicanangkan Menkes 13 November 2015.

" Kurangnya pemahaman masyarakat dan kurangnya informasi yang memadai tentang penggunaan obat yang menyebabkan penggunaan antibiotik secara tidak tepat akan memicu resistensi.
Penggunaan obat bebas dan bebas terbatas tanpa informasi dan supervisi tenaga kesehatan.Begitu pula kurangnya pemahaman tentang cara menyimpan dan membuang obat dengan benar,"ujarnya.

Tujuan GeMa CerMat yaitu meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengunaan obat secara benar.Meningkatnya kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih dan menggunakan obat secara benar, serta meningkatnya pengunaan obat secara rasional termasuk antibiotik.

"Sasarannya seluruh masyarakat dengan melibatkan lintas sektor dan lintas program organisasi profesi farmasi dan organisasi profesi kesehatan lainnya, perguruan tingg, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta elemen-elemen lain yang ada di masyarakat,"katanya.

Strategi pelaksanaan melalui regulasi dan advokasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat, komunikasi dan publikasi, serta optimalisasi peran tenaga kesehatan.Ruang lingkup pengetahuan masyarakat tentang cara memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar.

"Penggunaan obat secara rasional baik obat bebas (OTC) untuk swamedikasi maupun obat keras (ethical) yang diperoleh melalui resep dokter," jelasnya.

Dra.Maura Linda Sitanggang, Phd, Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan juga berpesan kepada masyarakat untuk mengunakan obat secara tepat, dan baca informasi dengan cermat yaitu komposisi, indikasi, dosis dan cara pakai, efek samping, kontra indikasi, dan tanggal kadaluarsa.

"Flu dan diare tidak perlu antibiotik. Belilah antibiotik hanya dengan resep dokter. Hati-hati gunakan obat. Tanya apoteker," kilahnya.

Pada akhir keterangannya pada acara temu media tersebut, Dra.Maura Linda Sitanggang,PhD mengatakan  salah satu upaya pembangunan kesehatan adalah pemberdayaan masyarakat termasuk dalam penggunaan obat.

"Gema Cermat bertujuan untuk meningkatkan penggunaan obat rasional pada masyarakat. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.Dilaksanakan secara berjenjang mulai dari pusat hingga daerah serta akan dilakukan secara kontinyuselama minimal lima tahun ke depan," katanya. (lasman simanjuntak)



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama