Ads


» » » Menkes : Indonesia Sedang Melaksanakan Program Menuju Eliminasi Campak

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Saat ini Indonesia juga sedang melaksanakan program menuju eliminasi campak dengan upaya pelaksanaan Case Based Measles Surveillance-CBMS yang dikonfirmasi berdasarkan laboratorium.

Sejalan dengan program eliminasi campak,pengendalian rubela melalui surveilans rubela juga dilaksanakan secara terintegrasi dengan surveilans campak.

Demikian sambutan Menteri Kesehatan Prof.Dr.dr.Nila F Moeloek,Sp.M (K) pada acara pengukuhan kelompok kerja nasional eradikasi polio komite ahli eradikasi polio, surveilans acute flaccid paralysis polio,serta komite ahli verifikasi eliminasi campak dan pengendalian rubela serta komite ahli verifikasi eliminasi campak dan pengendalian rubela (CRS) di Jakarta,Jumat siang (27/11/2015).

Menurut Menkes, Indonesia telah berhasil mendapatkan sertifikasi bebas polio bersama dengan negara-negara South East Region (Searo) pada Maret 2014.Akan tetapi masih ada dua regional di dunia yaitu Regional Eastern Mediteranian dan Regional Afrika yang belum mencapai eradikasi polio.

"Untuk itu dibutuhkan komitmen seluruh negara untuk bersama-sama melakukan upaya pelaksanaan tahapan kegiatan menuju eradikasi sehingga diharapkan pada 2020 kita dapat mewujudkan eradikasi polio di dunia.Jika hal ini dapat kita wujudkan maka ini adalah sebuah prestasi yan g sangat berharga mengingat baru ada satu penyakit yang telah eradikasi di dunia yaitu penyakit cacar atau variolla,"katanya.

Untuk mencapai target tersebut maka telah disusun The Polio Eradication and Endgame Strategic Plan yang telah disepakati oleh seluruh negara.

"Selain upaya menuju eradikasi polio yang kita lakukan program pengendalian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I lainnya menjadi target global adalah eliminasi campak serta pengendalian rubela melalui surveilans rubela juga dilaksanakan secara terintegrasi dengan surveilans campak," ujarnya.

Menteri Kesehatan Prof.Dr.dr.Nila F Moeloek,Sp.M (K) terkait pengendalian rubela yang merupakan sejenis campak yang berbahaya bila terkena pada ibu hamil karena dapat menyebabkan kecacatan pada janin yang dikandungnya (Congenital Rubella Syndrome/CRS) Indonesia akan menambahkan imunisasi rubela ke dalam program imunisasi rutin nasional dalam bentuk vaksin kombinasi dengan campak (Measles Rubella/MR) yang didahului dengan kegiatan imunisasi tambahan MR pada 2017.

"Untuk memastikan seluruh kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana dibutuhkan tim yang terdiri dari pemerintah,para ahli,stakeholder dan lintas sektor terkait yang berperan aktif mulai dari tahap persiapan,pelaksanaan sampai pemantauan dan evaluasi seluruh rangkaian kegiatan,"kata Menkes.(lasman simanjuntak)

Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini