Ads


» » » Direktur Pengembangan Jaringan jalan : Pekerjaan yang Sudah Dilelangkan Capai 90,5 Persen

Direktur Pengembangan Jaringan Jalan, Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR, Soebagiono (paling kiri)  mendampingi Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hediyanto Husaini, dalam jumpa pers launching lelang dini kegiatan TA 2016 Ditjen Bina Marga di Jakarta, Senin siang (30/11/2015). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali meluncurkan lelang dini sebanyak 597 paket kontraktual tahun 2016 dengan total nilai Rp 7,91 triliun  di Jakarta, Senin siang (30/11/2015).  


“Kami sudah melaksanakan lelang dini tahap I sejak bulan Agustus 2015, yang dilaksanakan setiap bulan. Sampai tahap IV ini paket pekerjaan yang sudah dilelangkan yaitu sebanyak 1.530 paket mencapai Rp 26,8 triliun,” jelas  Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR ,Soebagiono yang mendampingi Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hediyanto Husaini kepada wartawan di Jakarta, Senin siang (30/11/2015).

Soebagiono mengatakan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR memiliki DIPA TA 2016 sebesar Rp 45,2 triliun, alokasi anggaran yang tidak dilelangkan adalah sebesar Rp 15,5 triliun berupa pekerjaan yang dilaksanakan melalui kontrak tahun jamak lanjutan, belanja pegawai, pemeliharaan rutin dan lain-lain.

Sedangkan keseluruhan pekerjaan yang dilelangkan sebesar Rp 29,6 triliun, artinya pada tahap IV ini, pekerjaan yang sudah dilelangkan mencapai 90,5 persen.

“Tahap V nanti adalah paket kontrak tahun jaman dan paket yang memerlukan persiapan desain lebih matang. Kita konsisten setiap bulan kita lakukan lelang dini, percepatan ini adalah janji pak dirjen terhadap Menteri PUPR pada konreg,” tambah Soebagiono.

Soebagiono berharap pada Januari 2016 kontrak sudah bisa ditandatangani, sehingga penyerapan dapat dilaksanakan jauh lebih cepat dan pelaksanaan pekerjaan di 2016 juga bisa dilaksanakan jauh lebih cepat dibandingkan tahun 2015.

Lebih lanjut diterangkan, dari 597 paket tersebut 15 paket diantaranya senilai diatas Rp 50 miliar, 85 paket bernilaiRp 30 sampai 50 miliar, 129 paket bernilai Rp 10 smapapi 30 miliar dan 369 paket bernilai dibawah 10 miliar.

“Paket dibawah Rp 10 miliar memang untuk daerah Papua sesuai arahan yang ditujukan untuk mengakomodir pengusaha kecil di Papua,” tambah Soebagiono.

Sedangkan berdasarkan jenisnya, sebanyak 282 paket pekerjaan (Rp 7,2 triliun) untuk pekerjaan fisik, 115 paket (Rp 309,1 miliar) untuk perencanaan, 185 paket (Rp 365,4 miliar) untuk pekerjaan pengawasan dan lainnya sebanyak 15 paket (Rp 42,6 miliar). (nrm/puskom publik kementerian pupr/www.pu.go.id/lasman simanjuntak)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini