breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Bulan Mutu Pertanian 2015 , Mentan akan Dorong Beras Organik Sebagai Komoditas Unggulan

Share This

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melepas secara simbolis ekspor produk pertanian ke Belanda di sela acara Bulan Mutu Pertanian 2015 yang berlangsung di area parkir Taman Mini Indonesia Indah, Minggu 8 November 2015. Dalam acara tersebut, menampilkan produk-produk pertanian dengan kualitas yang baik. 

 Jakarta,BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman meninjau stand peserta pameran saat hari bulan mutu pertanian 2015 di TMII, Jakarta (8/11/2015). Menteri Pertanian Amran Sulaiman akan mendorong beras organik sebagai komoditas unggulan pertanian nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan negara melalui Kementerian Pertanian (Kementan), wajib mewujudkan ketersediaan dan pemenuhan konsumsi pangan yang aman dan bermutu bagi rakyat Indonesia.

Selain itu menurut Amran, negara wajib mewujudkan keterjangkauan harga sesuai perintah Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pangan.
"Karena itu, selain menetapkan norma, standar dan prosedur keamanan pangan, pemerintah harus menjamin penyelenggaraan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan pada setiap rantai pangan secara terpadu," kata Amran Sulaiman, saat membuka acara Bulan Mutu Pertanian 2015 di TMII, Jakarta, Minggu pagi (8/11/2015).
Terkait upaya menjaga keamanan pangan produk pertanian segar, ujar Amran, ada tiga syarat yang harus dilakukan. Pertama, mekanisme pendaftaran/registrasi produk pangan segar sesuai Permentan No. 51/2008 tentang Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Pangan Asal Tumbuhan (PSAT).
Kedua, mekanisme sertifikasi mutu dan keamanan pangan PSAT sesuai Permentan No. 20/2010 tentang Sistem Jaminan Mutu Pangan Hasil Pertanian. Ketiga, mekanisme sertifikasi organik sesuai dengan Permentan No. 64/2013 tentang Sistem Organik.
"PSAT yang telah mendapat nomor registrasi Produk Dalam (PD), dinyatakan memenuhi syarat keamanan pangan. Sedang komoditi yang telah diregistrasi oleh OKKP (otoritas kompeten keamanan pangan), hingga saat ini sebanyak 600 jenis produk yang meliputi beras, buah dan sayuran segar, kacang-kacangan, rempah dan biji-bijian," ungkap Mentan.
Lebih lanjut Amran menjelaskan bahwa pihaknya juga berkewajiban melakukan pengawasan case by case/emergency untuk merespon isu keamanan pangan di masyarakat.
"Langkah ini kami lakukan sesuai amanat undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dimana pemerintah berkewajiban untuk menyelenggarakan program pemantauan, evaluasi dan pengawasan berkala terhadap kegiatan atau proses produksi, penyimpanan, pengangkutan dan peredaran pangan," imbuh politikus PKB ini.

(detiknews.com/jppn.com/viva.co.id/lasman)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama