breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
PUPR Memulai Pembangunan Bendungan di Kepri dan Kalsel

Share This


Jakarta,BeritaRayaOnline,-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menandatangani kontrak pembangunan bendungan yaitu Bendungan Tapin di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan dan Bendungan Sei Gong di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Dengan ditandatanganinya 2 bendungan tersebut artinya sampai saat ini Kementerian PUPR telah mulai membangun 10 bendungan dari total 13 bendungan yang direncanakan mulai dibangun tahun ini, artinya terdapat 3 bendungan yang kontraknya belum dilaksanakan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ketiga bendungan tersebut adalah bendungan Rotiklod di NTT, bendungan Sindang Heula di Banten dan bendungan Bano di NTB.
“Hingga saat ini masih ada 3 bendungan yang belum diteken kontraknya. Karena hari ini, bendungan Sei Gong dan Tapin akan segera diteken kontraknya, jadi hanya tiga sisanya yang belum kita kontrak,”kata Menteri PUPR  Basuki di Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Bendungan Sei Gong yang ditandantangani hari ini, memiliki nilai kontrak Rp 260 miliar. Disamping untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakt, juga disiapkan sebagai sumber air baku bagi rencana pengembangan kawasan industry baru, di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Bendungan tersebut dibanun diatas lahan 355,99 ha, diperkirakan toral tampungan waduk 11,8 juta meter kubik dengan potensi penyediaan air baku 400 liter/detik.

Sedangkan Bendungan Tapin, pekerjaan konstruksinya memiliki nilai Rp 869 , 92 miliar. Bendungan ini nantinya diharapkan dapat mereduksi banjir Sungai Tapin sebesar 255 m3/detik, menjadi sumber air baku untuk kebutuhan air bersih 500 liter/detik, menambah kekurangan pasokan tenaga listrik dengan memanfaatkan pembangkit listrik sebesar 2,2 MW selain juga untuk perikanan air tawar dan pengembangan pariwisata.


“Dengan penanadatanganan ini saya minta bisa langsung bekerja tidak perlu dilakukan groundbreaking. Jangan menunggu waktu lagi, karena rakyat sangat membutuhkan infrastruktur ini, silakan segera bekerja,” tutur Menteri Basuki dalam acara penandatanganan 2 bendungan tersebut.

Penandatanganan ini dilakukan antara pihak Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR, dengan pihak kontraktor, yakni PT Wijaya Karya Tbk selaku pelaksana pembangunan Bendungan‎ Sei Gong, dan PT Brantas Abipraya bekerjasama dengan PT Waskita Karya Tbk sebagai pelaksana pembangunan Bendungan Tapin.

Di tahun 2015 ini sebagai program pemenuhan misi Nawacita 2015-2019 dalam meningkatkan daya saing nasional dengan kebijakan rakyat salah satunya yaitu membangun 13 Bendungan yaitu Raknamo-NTT, Logung-Jateng, Lolak-Sulut, Keureuto – NAD, Passeloreng – Sulsel, Tanju – NTB, Mila – NTB, Bintang Bano – NTB, Karian – Banten, Rotiklod – NTT, Sindang heula – Banten, Sei Gong – Kepulauan Riau. (www.pu.go.id/nrm/puskom publik pupr/lasman simanjuntak))

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama