breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Puncak Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun di Parkir Timur Senayan, Jakarta, 18 Oktober 2015

Share This

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) se-Dunia pertama kali diperingati Rabu, 15 Oktober 2015. Majelis Umum PBB menetapkan bahwa tahun 2008 sebagai Tahun Sanitasi dan 15 Oktober sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun se-Dunia (HCTPS).

Dengan memperingati HCTPS dengan rangkaian kegiatan yang dilakukan, maka praktik CTPS di masyarakat akan terus meningkat karena HCTPS diperingati 120 juta penduduk di seluruh dunia di lebih dari 70 negara di 5 benua.

"Cuci tangan pakai sabun adalah salah satu pilar  Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang bertujuan untuk menurunkan angka kejadian penyakit menular berbasis lingkungan seperti diare," jelas Direktur Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, dr.Imran Agus Nurali,SpKO kepada wartawan di Jakarta, Kamis siang (15/10/2015) sehubungan dengan Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) yang puncak acaranya pada Minggu, 18 Oktober 2015 di Lapangan Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.

" Kesadaran akan pentingnya perilaku higenis dan sanitasi di Indonesia masih perlu terus ditingkatkan untuk menjamin meningkatnya kesadaran dan adanya perubahan perilaku pada masyarakat secara berkesinambungan," katanya lagi.

Menurut dr.Imran Agus Nurali, SpKO, Direktur Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, cuci tangan pakai sabun cara sederhana menjaga kesehatan yaitu 1) melindungi kesehatan keluarga, menurunkan kasus diare  hingga 74 %, ISPA, dan Flu Burung hingga 50 % dan direkomendasikan untuk pencegahan Flu H1N1, 2) sederhana, mudah, dan terjangkau, 3)tidak perlu banyak air asal jernih dari tempat yang aman, 4)gunakan sabun apa saja, 5)mendidik anggota keluarga untuk berperilaku bersih, dan 6) kegiatan yang menyenangkan keluarga atau lakukan sambil bermain dengan anak.

Data perilaku cuci tangan hasilnya yaitu angka kesakitan diare pada semua umur cenderung menurun dari 423 per seribu penduduk (2006) , 411 per seribu penduduk (tahun 2010), 214 seribu penduduk (tahun 2012).Secara merata nasional terdapat peningkatan proporsi penduduk berperilaku cuci tangan secara benar pada 2013 (47,%) dibandingkan tahun 2007 (23,2%).

Hasil kajian morbiditas diare tahun 2012 , perilaku CTPS pada ibu dengan balita sakit secara detail  sebagai berikut : sebelum makan (32,5%), sebelum menyusui (50,4%), sebelum menyiapkan makanan (43,4%), sehabis buang air besar (68,5%), dan setelah menceboki (70,8%).

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) 2015  tema global "Raise Your Hand Foe Hygiene" atau tema nasional " Tangan Bersih, Pangkal Sehat" . (lasman simanjuntak)

Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama