breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Produksi Meningkat di Tuban, Mentan Akan Berkomitmen Kendalikan Impor Jagung

Share This


news

Tuban,BeritaRayaOnline,- Produksi jagung mencapai 9,2 ton per hektar di Tuban. Produktivitas tersebut naik dari tahun sebelumnya hanya 7 ton per ha. Selain itu, harga jagung di tingkat petani saat ini sangat menguntungkan petani yakni sebesar Rp 3.200 per kilogram (kg).

"Senang pada Tuban ini dengan produksi yang mencapai 9,2 ton per ha. Kemudian harga jagung yang sudah mencapai Rp3.200 per kilogram ," ujar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat melakukan panen jagung di Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Rabu (30/9/2015).

Ketua kelompok Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Tuban, Setia Budi, yang ditemui Mentan di lokasi tersebut menyampaikan terjadi peningkatan produksi jagung hibrida yang cukup drastis untuk saat ini. Sebelumnya produksi jagung hibrida hanya mencapai 7 sampai 8 ton per ha, sedangkan sekarang mencapai 9,2 ton per ha.

Namun dirinya mengkhawatirkan adanya impor jagung yang masuk ketika saat sedang memasuki panen raya saat ini. Untuk itu, Ia meminta kepada Mentan untuk bisa mengendalikan impor.
Mentan pun menegaskan untuk tetap mengendalikan impor jagung dan meningkatkan produksi jagung secara nasional.

“Sampai saat ini kami telah mengimpor jagung hanya sebesar 400 ribu ton. Kami pun memintan Bulog untuk menyerap jagung petani dengan harga yang menguntungkan. Seperti saat ini, harga jagung petani cukup tinggi, Rp 3.200 per kilogram,”tutur Mentan.

Pada kesempatan tersebut, Mentan didampingi Bupati Tuban, Fahtul Hudan dan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Sumardi dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Wibowo Eko Putro melakukan panen jagung di Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.(www.deptan.go.id/lasman simanjuntak)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama