breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Penyakit Terkait Air,Sanitasi,dan Hygiene Sumbangkan 3,5 Persen dari Total Kematian di Indonesia

Share This

Jakarta,BeritaRayaOnline, Penyakit terkait air ,sanitasi, dan hygiene menyumbangkan 3 ,5 persen dari total kematian di Indonesia.Diare merupakan penyebab kematian nomer satu pada balita (25 persen) serta nomer tiga pada semua umur (3,5 persen).1000 anak meninggal karena diare setiap tahunnya dan kerugian ekonomi diperkirakan sebesar 2,3 persen dari produk domestik bruto.

Demikian dikatakan dr.Imran Agus Nurali, SpKo Direktur Penyehatan Lingkungan
Kementerian Kesehatan kepada wartawan di Jakarta ,Kamis (15/10/2015) sehubungan dengan Peringatan Hari Cuci Tangan Se-Dunia ke -8 bertemakan "Tangan Bersih Pangkal Sehat".

Dijelaskannya   berdasarkan hasil riset WHO tahun 2005 menunjukkan bahwa dengan intervensi terpadu lima pilar STBM dapat menurunkan angka kejadian diare (hingga 94 persen) sedangkan perilaku CTPS sendiri dapat menurunkan kasus diare hingga 45 persen.

"Selain itu CTPS dapat menurunkan insiden diare sebanyak 42 sampai 47 persen ,pneumonia 50 persen, dan  flu burung 50 persen.Selain itu CTPS juga mampu mencegah infeksi cacing,infeksi mata dan penyakit kulit,"katanya.

Hari Cuci Tangan Sedunia merupakan kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bekerjasama dengan organisasi-organisasi lainnya baik oleh pemerintah maupun swasta untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian balita serta pencegahan terhadap penyakit yan g dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia khususnya di Indonesia.

"Dengan memperingati HCTPS praktik CTPS di masyarakat terus meningkat karena HCTPS diperingati oleh 120 juta penduduk di seluruh dunia di lebih dari 70 negara lima benua,"ujarnya.

Lebih dari 5000 anak balita penderita diare meninggal setiap harinyadi seluruh dunia diakibatkan dari kurangnya akses terhadap air bersih, fasilitas sanitasi dan sarana pendidikan. Menurut Unicef tahun 2013 kurang lebih 152.000 balita meninggal setiap tahunnya akibat diare, salah satu penyebabnya karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun.

Untuk mengatasi masalah ini kampanye "Cuci Tangan Pakai Sabun" (CTPS) 2015 bertujuan untuk membiasakan penggunaan sabun saat cuci tangan, diharapkan mengurangi angka kematian akibatdiare hingga 45 %.

Perayaan "Hari Cuci Tangan Pakai Sabun" (HCTPS) ke-8 akan dilaksanakan 18 Oktober 2015 di Lapangan Parkir Timur Senayan , Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.Pada puncak acara HCTPS akan dilakukan penampilan flashmob tarian cuci tangan pakai sabun dari 2000 anak yang diundang dari beberapa sekolah dasar di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Selain itu juga satu rangkaian puncak acara HCTPS akan diselenggarakan performance tarian tangan CTPS yang dilakukan oleh anak-anak dari beberapa sekolah dasar yang merupakan rangkaian acara untuk mendukung perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2015.Acara menarik lainnya adalah upaya pemecahan rekor MURI dengan pembuatan puzzle raksasa logo hari cuci tangan pakai sabun dengan material sabun batang sebanyak kurang lebih 8.750 batang.(lasman simanjuntak)

Foto-foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline 

Teks Foto
Jumpa Pers Hari Cuci Tangan Pakai Sabun: Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan dr Imran Agus Nurali SpKO melakukan jumpa pers Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Tahun 2015 di Kantor Kementerian Kesehatan, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2015).



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama