breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Penanggulangan Darurat Kabut Asap oleh Jajaran Kesehatan

Share This

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Dengan terjadinya bencana kabut asap di beberapa daerah di Indonesia, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp. M (K) turut prihatin kepada saudara-saudara yang terkena dampak kejadian tersebut.

Menkes mengatakan jajaran kesehatan terus berusaha keras untuk mengupayakan dampak kesehatan bagi masyarakat seminimal mungkin melalui kegiatan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Dalam upaya mencapai hasil yang maksimal kami selalu berkoordinasi dengan lintas sektor maupun jajaran kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten kota terdampak.

Dengan kejadian bencana kabut asap tersebut, Menkes mengatakan terjadi peningkatan kasus ISPA dengan rata-rata sebesar 15-20% di beberapa provinsi, antara lain Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Untuk mendukung kegiatan sektor kesehatan di lapangan, kemenkes sudah menugaskan tim kesehatan dan mengirimkan bahan medis habis pakai dengan total 27,599 ton ke 8 (delapan) provinsi terdampak asap, yaitu Provinsi Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Riau, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. 

Bahan medis habis pakai yang didistribusikan di Provinsi Kepulauan Riau antara lain paket obat (antibiotik), masker 100.000 pcs, masker N 95 1.700 pcs. Untuk Provinsi Riau, masker 445.000 pcs, masker N95 1.500 pcs, oxycan 400 kaleng, paket obat (ISPA dan tetes mata) juga sudah didistribusikan. Sedangkan di Provinsi Jambi, bantuan medis yang sudah didistribusikan yaitu masker N95 500 pcs, Oxycan 20 kaleng, Paket obat (ISPA, tetes mata, Vitamin). Selain itu, Provinsi Kalimantan Tengah juga telah mendapat bantuan medis berupa masker 102.930 pcs, masker N95 1.500 pcs, Oxycan 400 kaleng, paket obat (ISPA, tetes mata, antibiotik, dan vitamin)

Menkes juga berharap kepada Pemerintah Daerah untuk lebih aktif lagi memberitahu pada masyarakat agar tidak keluar rumah jika kadar Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berada diantara 300-500 karena termasuk bahaya. Masyarakat dapat beraktivitas di luar rumah seperti biasa apabila kadar ISPU dibawah 100.(siaran pers puskom publik kemenkes/lasman simanjuntak)



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama