Ads


» » » Nasrullah : Kenapa GPMT Baru Protes Sekarang, Bukan Saat Rapat Beberapa Waktu Lalu !

Direktur Pakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr.Ir.Nasrullah, MSc, didampingi Ir.Marihot H Panggabean, Kepala Bagian (Kabag) Humas Kementerian Pertanian melakukan jumpa pers di Jakarta, Kamis pagi (22/10/2015). Pada kesempatan tersebut dijelaskan panjang lebar bahwa saat ini tidak terjadi kelangkaan pasokan jagung. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,-"Kenapa Gabungan Pengusaha Makanan ternak atau GPMT baru protes sekarang? Bukan melakukan protes pada saat kita rapat bersama beberapa waktu lalu. Notulen rapatnya ada, dan saksi-saksinya juga banyak," tegas  Dr.Ir.Nasrullah, MSc, Direktur Pakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis pagi (22/10/2015).

Seperti diketahui Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman baru-baru ini mendapat surat protes dari Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) karena kelangkaan pasokan jagung di dalam negeri akibat pengendalian impor yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) sejak Agustus 2015.

" Kalau kemudian GPMT protes, inilah yang perlu dipertanyakan," katanya lagi.

Pada kesempatan tersebut Nasrullah  juga membantah adanya kelangkaan jagung.Produksi jagung tahun ini melimpah, naik 1,6 juta ton dibanding 2014.

"Tak ada  kelangkaan jagung," selanya.

‎"GPMT telah mensurati Pak Menteri Pertanian terkait jagung. Beberapa poin yang ingin saya sampaikan adalah, dari segi data, berdasarkan Aram I BPS, produksi kita sampai sampai Desember ini 20,6 juta ton. Meningkat dibanding 19 juta ton di 2014‎," jelasnya.


Produksi 20,6 juta ton itu dapat memenuhi kebutuhan jagung untuk kebutuhan benih tahun ini 105.000 ton, untuk konsumsi langsung sebanyak 398.000 ton, untuk kebutuhan pakan ternak 14,86 juta ton, dan kebutuhan lainnya 4 juta ton. Losses produksi jagung diperkirakan 1 juta ton. Kalau ditotal semuanya maka sebenarnya  kita masih ada surplus 174.000 ton.

Dr.Ir.Nasrullah, MSc, Direktur Pakan  Ternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian  juga tak percaya pengusaha pakan ternak kekurangan stok jagung. Buktinya, Kementan mendapat laporan dari Pusat Informasi Pasar (Pinsar) bahwa pasokan jagung sebenarnya normal, namun habis karena ‎diborong oleh pengusaha pakan ternak.

"Dalam surat disebutkan peternak kesulitan mendapat pakan jagung. Tapi Ketum Pinsar menyebutkan pabrik pakan memborong jagung petani karena takut tidak mendapat pasokan. Ini kan kontradiktif," ucapnya.( dbs/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini