Ads


» » » Mentan Akan Berkomitmen Kendalikan Impor Jagung



Tuban, BeritaRayaOnline,- Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman bersama Bupati Tuban, Fahtul Hudan dan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Sumardi dan Kepala dinas provinsi jatim Wibowo Eko Putro melakukan panen jagung di Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Rabu (30/9/2015). Lahan jagung yang saat ini sedang melakukan panen sebesar 517 hektare (ha) dan lahan jagung yang akan panen sampai pada bulan Oktober sebesar 733 ha dengan produktivitasnya 9,2 ton per hektare (ha).

Mentan bersama rombongan yang tiba sekitar pukul 9.47 WIB. Kehadiran Amran di lokasi tersebut langsung disambut oleh kelompok Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Tuban. Mentan dan rombongan langsung melakukan panen jagung dan berdialog dengan para petani.

Ketua KTNA yang sekaligus sebagai Kepala Desa Tuwirwetan Setia Budi menyampaikan, terjadi peningkatan produksi jagung hibrida  yang cukup drastic untuk saat ini. Sebelumnya produksi jagung hibrida hanya mencapai 7 sampai 8 ton per ha, sedangkan sekarang mencapai 9,2 ton per ha.
Namun dirinya mengkhawatirkan adanya impor jagung yang masuk ketika saat sedang memasuki panen raya saat ini. Untuk itu, Ia meminta kepada Mentan untuk bisa mengendalikan impor.

"Dikhawatirkan biasanya di musim panen raya masuk impor. Mohon Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) supaya diwujudkan mengendalkikan impor. Ini untuk menjaga harga jagung ketika masuk pabrik. Harga Rp3.200per kg masih bagus," jelasnya.

Mentan mengaku terkejut dan gembira mendapatkan informasi tersebut yang produktvitas jagung mencapai 9,2 ton per ha. Produktivitas tersebut naik dari tahun sebelumnya hanya 7 ton per ha. Selain itu, harga jagung di tingkat petani saat ini sangat menguntungkan petani yakni sebesar Rp 3.200 per kilogram (kg). 

"Senang pada Tuban ini dengan produksi yang mencapai 9,2 ton per ha. Kemudian harga jagung yang sudah mencapai Rp3.200 per kilogram ," kata Mentan.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan menyampaikan komitmennya untuk terus mengendalikan impor jagung dan meningkatkan produksi jagung oleh petani.

“Saya tegas, kami terus mendorong peningkata produksi jagung. Kami juga terus kendalikan impor. Sampai saat ini kami telah mengimpor jagung sebesar 400 ribu ton. Kami pun memintan Bulog untuk menyerap jagung petani dengan harga yang menguntungkan. Seperti saat ini, harga jagung petani cukup tinggi, Rp 3.200 per kilogram,”tutur  Mentan.(press release humas kementan/lasman simanjuntak)





eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini