breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Menkes Canangkan Kampanye Nasional Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah

Share This


Cibinong, BeritaRayaOnline,-  Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Nila Farid Moeloek Sp.A (K), mencanangkan Kampanye Nasional Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah (Filariasis) tahun 2015 di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (1/10/2015). Kegiatan tersebut merupakan momentum dalam mewujudkan Indonesia Bebas Kaki Gajah pada tahun 2019.

Selanjutnya, setiap bulan Oktober, sejumlah 105 juta penduduk di 241 kabupaten/kota endemis penyakit Kaki Gajah, harus melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) selama 5 tahun, mulai dari 2015 - 2019.

Dalam sambutannya, Menkes menyatakan Pemerintah bersama seluruh masyarakat sejak 40 tahun lalu, mampu menurunkan masalah penyakit Kaki Gajah di Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan dengan menurunnya presentase orang yang terinfeksi Penyakit Kaki Gajah dari 19.6% pada tahun 1970 menjadi 4,7% pada tahun 2014. 

Keberhasian ini akan kita lanjutkan dengan menuntaskan kerja besar ini dengan mewujudkan Indonesia Bebas Kaki Gajah pada tahun 2019”, tandas Menkes.

Menkes menegaskan bahwa upaya pengendalian kaki gajah tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kementerian Kesehatan. Dukungan diperlukan dari berbagai pihak, seperti Pemerintah Pusat dan Daerah serta lintas sector; masyarakat dan layanan kesehatan.

Di tingkat Pemerintah, perlu dukungan dari seluruh Pimpinan di jajaran Pemerintah Pusat dan Daerah dari level Gubernur hingga Lurah. Dukungan yang diharapkan diantaranya berupa komitmen dalam mewujudkan Indonesia Bebas Kaki Gajah 2019, dukungan kebijakan  yang efektif,  dukungan sumber daya, serta dukungan operasional untuk menggerakkan seluruh komponen masyarakat.

Di tingkat masyarakat perlu dukungan terkait kepatuhan dalam meminum obat setiap tahunnya. Di layananan kesehatan perlu lebih meningkatkan pemantauan tatalaksana guna mencegah dan mengurangi kecacatan, misalnya dengan mengingatkan pasien dan keluarga untuk menjaga kebersihan dan patuh saat berobat.

Dalam laporannya, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dr. HM Subuh, MPPH mengatakan pada tahun 2000, negara-negara anggota WHO termasuk Indonesia, dalam Majelis Kesehatan Sedunia telah menyepakati untuk mengeliminasi Penyakit Kaki Gajah (Filariasis) agar tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat lagi tahun 2020. Terkait ini, Indonesia bertekad untuk mewujudkannya bebas Penyakit kaki Gajah pada tahun 2019.

”Untuk menindaklanjuti kesepakatan global tersebut, Indonesia telah melaksanakan langkah-langkah untuk mewujudkan Eliminasi Filariasis dalam skala Nasional secara bertahap sejak tahun 2002”, kata dr. Subuh.

Bertepatan dengan pencanangan  Belkaga, Menkes menyerukan kepada seluruh masyarakat agar minum obat bersama untuk Indonesia Bebas Penyakit Kaki Gajah.

Guna mematau pelaksanaan Belkaga di Kabupaten Kota, Menkes melakukan dialog melalui video conference dengan 4 bupati dan masyarakat setempat di Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah; Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau; Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumsel; dan Kabupaten Tojo Una – Una, Provinsi Sulteng.

Penyakit Menular

   Penyakit kaki gajah (filariasis) merupakan penyakir menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui nyamuk. Cacing itu berada di saluran getah bening, terutama di daerah pangkal paha, ketiak serta saluran getah bening besar lainnya. Saluran gertah bening tersebut dapat mengalami kerusakan dan timbul peradangan.

·         Cacing filarial berukuran sangat kecil menyerupai benang. Penyakit kaki gajah di Indonesia disebabkan oleh 3 spesies cacing yaitu: Wucheria Bancrofti, Brugia Malayi dan Brugia Timori. Penyakit ini ditularkan dari seseorang yang dalam darahnya terdapat anak cacing filarial (mikrofilaria) kepada orang lain melalui gigitan nyamuk. Semua jenis nyamuk bisa menularkan kaki gajah seperti nyamuk rumah, nyamuk hutan, nyamuk rawa dan nyamuk sawah

·         Pada tahap awal, penderita penyakit Kaki Gajah akan mengalami gejala demam dan peradangan saluran getah bening. Terjadi bengkak pada lipatan paha dan ketiak disertai rasa panas dan nyeri. Pada tahap kronis, terjadi pembesaran pada bagian – bagian tubuh  seperti tangan, kaki, bahkan payudara dan buah zakar. Jika tidak ditangani dengan baik, pembesaran ini dapat menimbulkan kecacatan seumur hidup

·         Untuk memastikan siklus hidup cacing filarial secara permanen, POPM penyakit Kaki Gajah harus dilaksanakan sekali selama minimal lima tahun berturut – turut di seluruh kabupaten/kota endemis. Semua orang berusai 2 – 70 tahun wajib minum obat pencegah penyakit kaki gajah, kecuali anak di bawah 2 tahun dan  orang yang sedang sakit berat.

·         Obat pencegah kaki gajah terdiri dari kombinasi DEC (Diethil Calbanasin Citrate) dan Albendazole. Pemberian kedua obat tersebut mempunyai manfaat ganda, yaitu dapat mematikan atau memandulkan cacing filarial dewasa serta dapat mematikan cacing perut seperti cacing gelang, cacing tambang, cacing kremi. dengan demikain orang yang minum obat pencegahan mendapat dua manfaaat sekaligus.(press release puskom publik kementerian kesehatan/lasman simanjuntak)











«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama