Ads


» » » Blusukan, Mentan Kecewa Sapi Peternakan Rakyat di Padang Kurus-kurus

IMG_0639
Padang, BeritaRayaOnline,- Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman blusukan untuk melihat kondisi peternakan sapi rakyat di sejumlah titik di Kota Padang, Sabtu (10/10/2015).

Dalam kunjungan kerja ini, Mentan Andi Amran Sulaiman mendapati kondisi sapi-sapi milik peternak kecil, termasuk peternakan yang merupakan bantuan social (bansos) 2014 memprihatinkan, yakni kurus-kurus yang berat badannya hanya mencapai 60 hingga kilo gram (kg).

Di Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPO) Desa Gunung Sari, Kecamatan Kranji misalnya, Mentan Amran merasa kecewa karena melihat sapi yang dipelihara kurus dan kecil-kecil.

“Ini yang harus diperbaiki, kita harus terus mengedukasi peternak kita. BIla capeknya sama, waktu memeliharanya sama, hanya perbedaan pemberian makan yang sedikit lebih banyak, kenapa kita tidak memelihara sapi jenis lain yang lebih besar?” ujar Mentan Amran.

Di UPO ini Mentan sempat berdialog dengan peternak sapid an menanyakan kenapa sapi-sapi di sini kurus-kurus. Bahkan Mentan meragukan sapi-sapi yang dilihatnya dalam kondisi sehat.

Namun Mentan tidak mendapatkan jawaban memuaskan, hanya mendapatkan penjelasan peternakan di sini baru berjalan 9 bulan dan baru berhasil berkembang biak 2 ekor.

“Ini sudah berjalan 9 bulan pak, sapi bantuan ada 10 ekor dan sudah beranak 2. Dan sapi untuk jenis local ukurannya rata-rata memang segini,” ujar salah satu perawat sapi kepada Mentan.
Di lokasi kedua, di Ai Pacah, Mentan Amran mendapati kondisi serupa, sapi yang dipelihara dan dijual kurus-kurus juga.

“Ini kenapa sapinya kurus-kurus? Apa karena makanannya begini saja?” tanya Amran kepada salah satu peternaknya, Suhaimi.

Suhaimi menjelaskan, kondisi sapi-sapi di sini kurus karena dirinya hanya sanggup memberi makan sapi peliharannya dengan rumput saja karena keterbatasan dana.

“Peternak di sini umumnya kasih pakan sapi rumput saja. Kami enggak sanggup kalau beli pakan yang ada tambahannya karena keterbatasan dana Pak,” jelas Suhaimi.
IMG_0650
Kepada petani tersebut Mentan Amran menjelaskan, agar pakan sapi baik dan agar sapi bisa cepat gemuk, rumput harus dipotong-potong kecil-kecil.

“Tahu tidak kalau sapi mau gemuk itu makanannya tidak bisa begini. Rumputnya harus dicacah-cacah. Kasihan sapi mengunyah lama, mencernanya lama, butuh energi banyak, tapi nutrisinya sedikit. Jadi harus dicacah, dipotong kecil-kecil supaya sapi gampang cernanya,” saran Mentan Amran.

Ttips lainnya, Mentan Amran menyarankan pakan ternak harus ada campurannya seperti ampas tahu. “Bisa ada ampas sawit. Apa saja lah. Jadi harus ada campurannya supaya nutrisinya tinggi,” jelas Mentan Amran.

Masih penasaran, Mentan Amran bergeser tempat penggemukan sapi di daerah Balai Baru, Kelurahan Guning Sari‎, Kecamatan Kranji. Lokasi ini adalah lokasi penggemukan sapi limosin hasil inseminasi buatan yang dikelola seorang peternak yang juga seorang dosen bernama Popi.

Di lokasi ini, Mentan Amran mendapati kondisi sapi berbeda, Nampak gemuk-gemuk dan sehat. Tak ayal Mentan menanyakan kunci-kunci sukses peternakan ini yang mampu menghasilkan sapi gemuk-gemuk.

“Sapi di sini bisa gemuk karena Pakan dan pemeliharaannya pak. Pakannya kami olah sendiri dari limbah sawit kami campur dengan sekam padi yang akhirnya menyerupai dedak,” jelas Popi kepada Mentan.

Di lokasi ini, tampak belasan ekor sapi limosin hasil inseminasi buatan yang sedang digemukkan. Dari tempat penggemukan sapi di Balai Baru, Amran diajak ke tempat pembibitan yang menghasilkan sapi-sapi yang digemukkan ini.‎

“Ini di sini kita pembibitan. Rata-rata sapi di sini bunting (hamil) semua. Hanya tiga yang tidak. Nah ini betina semua. Yang jantan dibawa ke tempat penggemukan tadi,” kata Popi menjelaskan pada Mentan.

Sapi-sapi yang berada di peternakan ini, rata-rata memiliki berat badan mencapai 700 kg dalam kurun waktu 3 tahun dengan biaya pakan olahan Rp 1.800 per kg. Untuk satu ekor saoi, butuh 4 kg per hari makanan olahan buntil sawit.

“Pak Popi, ini tolong dibantu petani-petani yang mau beternak ini. Tolong inseminasi buatan. Berapa pun kita kasih bantu. 10.000 pun kita kasih. Nanti hasil inseminasinya kasih ke petani cuma-cuma. Nanti bapak bantu mereka cara perawatannya bagaimana supaya gemuk,” pinta Mentan kepada Popi.
(lasman simanjuntak)
sumber berita dan foto : www.pertaniantoday.com

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini