Ads


» » » Varietas IPB 3-S Mampu Bertahan di Tengah Kekeringan, Beras Dihasilkan Mencapai 9,4 Ton GKG

Padi varietas IPB 3-S karya Institut Pertanian Bogor (IPB) mampu menghasilkan beras mencapai 13,4 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektar atau setara dengan 9,4 ton per hektar Gabah Kering Giling (GKG). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Karawang, BeritaRayaOnline,- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat panen padi varietas 3-S karya Institut Pertanian Bogor (IPB) di Desa Cikarang, Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu pagi (27/9/2015).
Wilayah ini dikunjungi Presiden lantaran varietas yang diciptakan IPB itu mampu bertahan di tengah kekeringan.

Jokowi menjelaskan, IPB yang diberi tugas mengembangkan 500 hektare lahan pertanian di Karawang ternyata mampu menghasilkan padi yang baik. Dengan varietas 3-S, beras yang dihasilkan bisa mencapai 13,4 ton gabah kering panen per hektar atau setara dengan 9,4 ton per hektar gabah kering giling (GKG)

"Intensifikasi seperti ini diperlukan. Jadi ada buat sawah baru, tetapi juga sawah yang ada intensifikasi sehingga hasil produksi per hektar bisa meningkat," ujar   Presiden Jokowi dalam kunjungannya itu.

Dengan kesuksesan varietas 3-S itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menugaskan IPB untuk kembali menggarap 100.000 hektare sawah di Karawang. Diharapkan, pasokan beras dari Karawang mampu menambah stok Badan Urusan Logistik (Bulog) yang saat ini baru mencapai 1,5 juta ton.

Pemerintah bahkan memprediksi jika varietas baru ini diterapkan pada minimal 2 juta hektare lahan, maka tambahan produksi per tahun mencapai 6 juta ton gabah kering giling.

Adapun, IPB sudah mengembangkan beberapa varietas seperti Inpari 10 yang tahan terhadap kekeringan, varietas Inpari 30 tahan genangan air, dan Inpari 32 tahan terhadap HDB.

Di dalam kunjungannya kali ini, Presiden Jokowi memantau pengoperasian mesin pemanen padi serta traktor tangan yang juga dikembangkan oleh IPB.

Presiden juga sempat berdiskusi panjang di tengah areal sawah bersama Rektor IPB Herry Suhardiyanto, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Bulog Djarot Kusumayakti, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Ja'far, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono. (kompas.com/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini