Ads


» » » Produk Unggas Indonesia Kembali Membuka Pasar Ekspor Baru

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Industri perunggasan Indonesia kembali mengembangkan pasar ekspor baru.Setelah telur asin yang menembus pasar Singapural,dan produk olahan daging ayam yang telah mempeeoleh ijin secara teknis memasuki pasar Jepang kini giliran parent stock hatching eggs yang telah membuka pasar ekspor ke  Myanmar.

Demikian dikatakan olwh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Muladno pada jumpa pers di Jakarta,Jumat siang (28/8/2015) sehubungan akan diselenggarakannya ILDEX INDONESIA 2015 di Jakarta Internasional Expo Kemayoran 8-10 Oktober 2015.

Dikatakannya produksi DOC final stok ayam untuk tahun 2015 sebanyak 3,3 miliar ekor, sedangkan kebutuhan DOC final stock di dalam negeri sebanyak 2,44 miliar ekor.Hitungan daa ini merupaka hasil hitungan tim ad hoc yang terdiri dari Kementerian Pertanian, breeder, peternak, serta Kementerian Perdagangan.

""Hal ini merupakan tanda bahwa secara nasional sebenarnya Indonesia telah mandiri memenuhi permintaan dalam negeri, yang apabila ditinjau dari aspek kedaulatan pangan, posisi Indonesia telah swasembada daging ayam, bahkan kemampuan produksinya telah surplus," ujarnya.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Muladno hal ini menjadi semangat bagi industri perunggasan nasional untuk melakukan ekspor. Sesuai dengan UU No.41 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan yaitu pasal 36B ayat (3) menyatakan pengeluaran hewan/ternak dan produk hewan ke  luar negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan apabila produksi dan pasokan ternak di dalam negeri telah mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Diterimanya produk unggas Indonesia di padar luar negeri merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, terutama dalam penanganan wabah avian influenza (AI), sehingga dapat meyakinkan negara mitra termasuk pemerintah Myanmar yang pada 1 Juli 2015 datang ke Indonesia untuk mempelajari sistem manajemen penanggulangan AI di Indonesia. (lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini