Ads


» » » Menteri Pertanian Janjikan Pembangunan 1000 Embung Atasi Kekeringan

Cirebon,BeritaRayaOnline,-Sedikitnya 200 ribu hektare (ha) lahan pertanian di Indonesia termasuk kategori endemis kekeringan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjanjikan pembangunan 1.000 embung untuk mengatasi kekeringan.

Di sela panen raya bawang merah di Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, dia meyakinkan, meski sejumlah daerah dilanda kekeringan belum ada yang mengalami puso. Hingga kini, beragam upaya telah dilakukan untuk mengatasinya di antaranya membangun saluran tersier hingga pembuatan embung.

“Sekitar 200 ribu ha termasuk endemis kekeringan. Tapi belum ada yang puso, baru terancam,” ungkapnya, Selasa (30/6/2015), seperti dikutip berita dan fotonya  dari okezone.com, Kamis (2/7/2015).

Dia menyebutkan, sejak Januari sudah melakukan beragam upaya guna mencegah kekeringan meluas. Upaya itu di antaranya dengan membangun saluran tersier di sejumlah daerah dan pembagian 40 ribu alat maupun mesin pertanian (alsintan).

Bahkan, pihaknya telah menyiapkan 20 ribu pompa air tambahan untuk dibagikan ke daerah yang areal pertaniannya terancam kekeringan. Dia mencontohkan, saat ini telah dibagikan 300 unit pompa air di Bojonegoro, di mana 100 unit di antaranya sudah digunakan.

Dia pun berjanji, akan melakukan berbagai upaya untuk mencegah tanaman puso. Setidaknya untuk jangka pendek, pencegahan bisa dilakukan melalui pemberian pompa air. Untuk jangka panjang, akan dibuat embung.

“Pemerintah berencana membangun sekitar 1.000 embung di berbagai daerah,” katanya.
Pihaknya bahkan menargetkan, angka puso berkurang setiap tahun. Dia menyebutkan, rata-rata puso berada di angka 25 ribu ha per tahun. Namun, tahun ini ditargetkan turun 10 ribu ha.

Sementara itu, dia meminta petani di wilayah Kabupaten Cirebon maupun Indramayu yang lahannya tak bisa ditanami padi untuk menggantinya dengan jagung. Setidaknya seluas 13 ribu ha lahan di Kabupaten Cirebon dan 10 ribu ha di Indramayu, tak bisa ditanami padi hingga kini.

“Tapi yang pasti, Oktober hingga Maret nanti areal tanam kita bertambah hingga 400 ribu ha,” ujarnya.

Penambahan areal itu tergolong besar sehingga dia menjamin, produktivitas padi tak akan terganggu meski ada areal sawah yang belum tertanam akibat ketiadaan air. Dalam kesempatan itu, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra mengungkapkan, saat ini sekitar 3.232 ha areal tanaman padi di Kabupaten Cirebon terancam kekeringan.

“Itu tersebar di berbagai kecamatan. Di antaranya Kecamatan Gegesik, Kaliwedi, Ciwaringin, Klangenan, Gempol, Babakan, Losari dan Sedong,”katanya.

Sementara areal tanaman padi yang sudah puso seluas 90 ha. Pihaknya berharap ada upaya jangka panjang untuk mengatasi kekeringan, di antaranya bantuan dari pemerintah untuk membangun waduk Cipanundan serta normalisasi Sungai Kalimalang yang bisa mengairi hingga 5 ribu ha sawah.
(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini