Ads


» » » Mentan Andi Amran Sulaiman Optimis Swasembada Pangan Tercapai di Tengah Kekeringan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sejak Senin (27/7/2015) sampai Kamis sore (30/7/2015) melakukan kunjungan kerja (kunker) untuk melihat areal persawahan yang terkena kekeringan baik di Provinsi Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Pada kunker itu Mentan langsung memberikan bantuan pompa air untuk kelompok tani , dan menginstruksikan untuk segera membangun sumur dangkal,  sumur dalam dan embung (Foto: Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Sragen, BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tetap optimis swasembada pangan (beras) tetap tercapai karena kekeringan yang terjadi hanya mencapai 0,02 persen. Bahkan dalam kondisi kekeringan baik di Provinsi Jawa Tengah maupun Provinsi Jawa Timur, beberapa daerah masih melakukan panen raya padi dan kedelai.

Demikian kesimpulan yang dihimpun wartawan BeritaRayaOnline yang mengikuti kunjungan kerja (kunker) Menteri Andi Amran Sulaimanke Provinsi Jawa Tengah (Klaten, Sragen,Boyolali, Kendal, Temanggung), dan Provinsi Jawa Timur (Trenggalek, Tulungagung, dan Sidoarjo) sejak Senin (27/7/2015) sampai Kamis (30/7/2015).

Dalam kunker ini Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Direktur Jenderal (Dirjen ) Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring, Staf Ahli Mentan bidang Inovasi Teknologi, Mukti Sardjono, Kepala BPSDM Kementan Pending Dadi Permana, Kepala Bulog Divre Jawa Timur, Wahyu Supardjono, Sekretaris Upsus Swasembada Pangan(Kapus Data Kementan) Wandi, dan Pangdam V Brawijaya MayJen (TNI) Eko Wiratmoko.

Pada kunjungan hari pertama di Dukuh Kemuning, Desa Tumbukan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Senin, 27/7/2015), Mentan berbicara mengenai kekeringan.

"Program mendesak yang dilakukan adalah pembuatan sumur dangkal, pembuatan sumur dalam, dan pemberian bantuan pompa air. Semua ini merupakan langkah untuk menyelamatkan tanaman pangan. Pemerintah akan fokus melakukan penanganan kekeringan dan ancaman kekeringan yang berpotensi menurunkan produksi pangan nasional," jelasnya.

Pada kesempatan itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah untuk memprioritaskan dana dekonsentrasi untuk pembangunan embung, sumur dalam, sumur dangkal, dan pompa air di daerah lain."Itu harus menjadi prioritas sekarang untuk menyelamatkan tanaman pangan dari ancaman kekeringan," ucapnya.

Dari hasil kajian dan tinjauan lapangan yang dilakukan, pembangunan sumur dangkal dan sumur dalam merupakan program yang sangat mendesak untuk menjamin kelancaran pasokan air bagi pertanaman pangan.

Menurut Mentan, tanaman tidak bisa menunggu air. Begitu pasokan air kurang, pertumbuhan akan terganggu. Dampaknya produktivitasdan produksi pangan turun. Agar semua tidak terjadi, pembuatan sumur dalam harus segera dilakukan atau tidak boleh menunggu lama.

Secara nasional potensi kekeringan lahan pertanaman padi secara endemis terjadipada 200.000 hektar lahan setiap tahun yang tersebar di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga di luar Jawa. Dari 200.000 hektar rata-rata lahan pertanian yang berpotensi terkena kekeringan,-yang sampai berdampak puso- biasanya 30.000 hektar. Target Kementan tahun ini yang puso hanya 10.000 hektar, tidak boleh lebih dari itu.

"Para petani dan kelompok tani dapat segera mengajukan proposal bantuan jika ada potensi kekeringan di lahan pertanian," pintanya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengatakan lagi soal kekeringan ini sudah diantisipasi sejak awal dengan membentuk tim. Ada juga upaya pembangunan saluran irigasi jaringan tersier dan bantuan 20.000 pompa air. Saat ini pada 198.000 daerah atau 2000.000 hektarlahan endemis kekeringan akan dibangun embung.

Pada periode Oktober 2013-Juli 2014, jelas Mentan, 159.000 hektar lahan tak bisa berproduksi karena serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), kekeringan, serta banjir. Namun, periodeOktober2014-Juli 2015, sudah ada perbaikan, karena tinggal 57.000 hektar dn 102.000 hektar bisa diatasi.

Sementara pada panen raya padi dan kedelai di Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (30/7/2015) mengatakan masyarakat tidak perlu kuatir  terhadap kekeringan yang melanda lahan pertanian.Pemerintah melakukan upaya pengendalian secara maksimal sehingga tidak akan berdampak signifikan terhadap produksi pangan nasional.


Menurut Andi Amran Sulaiman lahan tanaman padi yang mengalami kekeringan sekitar 200.000 hektar setiap tahun. Dari lahan seluas itu, 25.000 hektar puso (gagal panen).Tahun ini selain angka kekeringan dan puso turun, ada tambahan luas tanam periode Oktober 2014-Maret 2015 seluas 400.000 hektar."Kalau terjadi El Nino kuat yang menyebabkan 150.000 hektar lahan tanaman padi menjadi puso , masih tersisa cadangan 250.000 hektar yang panen," ujarnya.

Berdasarkan data-data yang ada lahan yang mengalami kekeringan pada Januari-Juli 2015 sekitar110.000 hektar dan yang gagal panen sekitar 8.000 hektar. Luas lahan yang kekeringan itu berkurang dibandingkan periode yang sama tahun lalu (2014) sekitar 200.000 hektar dengan puso 35.000 hektar. Penurunan luas lahan yang mengering-bahkan puso- itu diklaim karena pemerintah telah melakukan antsipasi sejak dini (Desember 2014-red) dengan memperbaiki dan membangun saluran irigasi tersier untuk 1,3 juta hektar. Pemerintah juga mendistribusikan mesin pompa air kepada petani.

"Untuk  memaksimalkan antisipasi kekeringan, Kementerian Pertanian membentuk tim khusus di seluruh Indonesia. Semua Bupati dan Walikota juga diminta melapor apabila terjadi bencana kekeringan di wilayahnya sehingga bisa ditangani sejak dini. Sekali saya katakan, masyarakat tidak perlu kuatir dengan bencana kekeringan yang melanda pertanian...," kilahnya.

Ditambahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sesuai ramalan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun ini ada peningkatan produksi gabah 5,5 juta ton secara nasional. Selain itu, hujan di sejum;ah wilayah seperti Aceh, Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan juga sudah turun hujan. (pulo lasman simanjuntak) 

Foto-foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline







eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini