Ads


» » » Usai Blusukan ke Pasar, Sarapan Soto dan Kue Serabi Bersama Mentan di Kota Solo

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman diwawancarai wartawan usai blusukan ke Pasar Legi di Kota Solo, Kamis subuh  (11/6/2015).(Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Solo,BeritaRayaOnline,Kamis pagi, 11 Juni 2O15, sekitar pukul O6.3O WIB suasana lalu lintas di Kota Solo masih sepi dari hilir mudik kendaraan bermotor.Beberapa ruas jalan telah ditutup dan dialihkan sehubungan hari ini ada pesta pernikahan putera Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Gibran Rakabuming Raka atau Gibran dengan Selvi Ananda.

Namun, di sekitar Pasar Legi dan Pasar Gede Hardjonagoro, Kota Solo, sudah mulai ramai aktifitas para pedagang.

"Di Pasar Legi harga cabai Rp 15 ribu/kg, di Pasar Gede ini kok harga cabai bisa mencapai Rp 25 ribu/kg.Namun, terpenting pasokan cukup dan harga bagus," tandas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai blusukan ke Pasar Gede, Kota Solo.

"Namun,ada disparitas pedagang dan grosir.Ini harus disikapi.Ambil keuntungan jangan terlalu tinggi.Di ujung selalu ada bandar dan menyeluruh seluruh Indonesia.Nanti kita buat rumusannya untuk memutus mata rantai ini," tegasnya.

Mentan lalu mengajak wartawan untuk blusukan pagi itu.Namun, bukan lagi ke pasar.

"Pagi-pagi begini mari kita ngobrol dengan wartawan.Suka enggak wartawan makan sarapan pagi di pinggir jalan.Suka ya..," ajak Mentan dengan suara ramah dan bersahabat.

Pagi itu di sekitar Pasar Legi, Solo, beberapa warung makan belum buka.Sambil terus berjalan kaki akhirnya bertemu dengan sebuah kedai soto dan sop sapi.

Mentan langsung menyantap beberapa potong tempe goreng.Pesanan soto sapi lengkap dengan mie bihun panas belum disentuhnya.Ia asyik bercerita dengan para wartawan yang duduk satu meja berhadap-hadapan.

"Tiga belas tahun saya pernah mengembara dan delapan setengah tahun hidup dan bekerja di hutan dengan gaji hanya Rp 15O ribu per bulan.Untuk ganti baju aja susah.Sering tidur di pos atau gardu ronda ditempati sembilan orang tanpa atap sehingga kalau hujan turun basah kuyup he..he...he," tawa Mentan lepas saat itu, seperti tanpa beban bercerita masa lalu yang penuh pahit getir dan kerja keras.

"Malah saya sering bertamu ke rumah orang saat jam makan siang, biar diajak makan siang, ha...ha..ha," katanya dan para wartawan juga ikut tertawa.

"Malah sering tidur di Masjid, senang sekali kalau ada orang kasih makan.Inilah perjuangan hidupku dulu," selanya lagi.

"Aku kalau pagi begini senang sarapan yang panas-panas, misalnya pisang goreng.Masih ada tempe goreng enggak?" tanya Mentan.

Sementara pesanan sop/soto sapi belum disentuh juga, masih utuh.Akhirnya protokol dan rombongan wartawan diajak Mentan makan kue serabi (serabi notosuman) di Jalan Mohammad Yamin 28 Kota Solo."Ada serabi yang panas enggak ?" tanya  Andi Amran.

Tak lama kemudian datanglah serabi panas yang ditaruh di atas  beberapa  nampan bambu. Dan, dengan nikmatnya Mentan langsung menyantap beberapa kue serabi dari ketan hitam dan beras.

Sambil menyantap kue serabi yang merupakan kuliner khas Kota Solo, Mentan Andi Amran Sulaiman juga sempat minum sesendok madu hitam dan air putih.

"Ini minuman madu sehat.Saya jarang olahraga," katanya kepada wartawan BeritaRayaOnline yang selalu berada di samping Mentan.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini