Ads


» » » Suatu Pagi di Pasar Induk Kramatjati Ikut Blusukan Bersama Mentan Andi Amran Sulaiman

 Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berpose di depan tumpukan bawang merah yang baru tiba di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur dari Brebes Jawa Tengah, Senin pagi (8/6/2015).(Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Pasar induk Kramatjati, Jakarta Timur, Senin pagi (8/6/2015) sudah cukup ramai dengan kesibukan para pedagang. Lewat pukul 06.00 WIB sebuah sedan hitam luks toyota camry dengan dikawal paswal sepeda motor memasuki Pasar Induk Kramatjati. Dari sedan hitam itu turunlah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengenakan batik lengan panjang dan celana hitam  didampigi ajudannya langsung menghampiri para pedagang.

Pagi yang cerah ini-jelang bulan Ramadhan- Mentan ingin mengecek langsung harga pangan terutama bawang merah dan cabai, karena kedua komoditas pangan ini mencatatkan kenaikan harga yang terhitung tinggi.

Andi Amran terus mengelilingi menuju belakang pasar sambil sekali-kali memberi salam kepada para pedagang yang pagi itu lapaknya  masih diterangi lampu bohlam."Harga bawang merah di Pasar Kramatjati .Rp 15 ribu per kilogram.Di eceran Rp 18 ribu per kilogram. Pasokan setiap hari datang 27 truk bawang merah dari Brebes, " ujar Sutanto (48 tahun), salah seorang pedagang bawang merah asli Brebes ketika dihampiri Menteri Pertanian Andi Amran sambil menengok tuumpukan bawang merah di atas sebuah truk yang di parkir di pinggir pasar.

Setelah itu Amran  minta agar Sutanto berjanji dapat menjaga harga bawang merah tetap stabil dan normal jelang Hari Raya Idul Fitri"Jaga harganya tetap stabil ya, Pak, nanti hadiahnya saya undang datang ke rumah saya ketika Lebaran. Tahu kan rumah saya dimana?" tanya Mentan yang disambut senyum bahagia dan anggukan kepala Sutanto tak menyangka mendapat undangan khusus Lebaran silaturahmi ke rumah seorang menteri.

Mentan lalu mendatangi pedagang lain yang menjual bawang merah."Assalamualaikum , siapa namanya, Pak?"tanya Mentan dan langsung bersalaman hangat dengan Rudang (42 tahun) yang menjual bawang merah dengan raga relatif tinggi."Bawang saya dari Brebes. Saya jual Rp 22 ribu sampai Rp 25 ribu. Itu sudah dibersihkan," katanya.

Kepada Rudang, Mentan juga minta agar stabilitas harga bawang merah tetap dijaga jelang bulan Ramadhan ini. Begitu juga ketika mendatangi pedagang lainnya bernama Abdullah (58 tahun) yang mengaku mendapatkan  cabai merah keriting dari petani di Garut dengan harga sekitar Rp 16.500 per kilogram dan dijual dengan harga Rp 20 ribu per kilogram.

Usai  blusukan kepada para pedagang bawang merah dan cabai di Pasar Induk Kramatjati, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung " diserbu" para wartawan media cetak, online, televisi, dan radio. Bahkan sebuah stasiun televisi swasta mengadakan siaran langsung dengan Menteri Pertanian Andi Amran dan para pedagang bawang merah.

"Sudah saya cek bawang merah dan cabai. Harga cabai tadi Rp 20 ribu per kilogram. Itu tadi seorang pedagang mengaku sebelumnya  harganya Rp 23 ribu per kilogram, berarti malah turun sekarang. Kalau rawit masih Rp 15 ribu per kilogram.Itu buktinya, dan saya jamin aman. Sehingga dapat dipastikan harga bahan pokok termasuk bawang merah dan cabai aman terutama jelang bulan Ramadhan.Dan, pemerintah tak perlu impor jelang Puasa dan Lebaran tahun ini," jelasnya.

Amran menjamin bawang--khususnya asal Brebes- masih akan stabil di kisaran harga Rp 25 ribu per kilogram. Malah tadi di pedagang bandar dijual Rp 15 ribu per kilogram."Ini buktinya kan saya enggak janjian sama pedagang.Ini merupakan hasil kerja keras menteri perdagangan, bulog, dan kementerian pertanian. Bawang merah saya rasa masih aman, sudah lihat sendiri di sini. Cabai juga harganya masih wajar. Jangan begitu naik sedikit langsung impor," pesannya.(dbs/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini