Ads


» » » Menkes :Rokok Illegal Berpotensi Tingkatkan Jumlah Perokok dan Perokok Pemula

Menteri Kesehatan Prof.Dr.dr.Nila farid Moeloek,Sp.M (K) melakukan dialog interaktif rokok illegal merugikan bangsa dan negara  bersama Badan POM dan YLKI di Kementerian Kesehatan di Jakarta, Senin siang (86/2015). (Foto :Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline, Rokok illegal berpotensi untuk meningkatkan jumlah perokok dan perokok pemula karena murahnya harga rokok di pasaran.Selain itu, rokok illegal juga tidak mematuhi peraturan pemerintah terkait pemasangan Peringatan Kesehatan Bergambar sehingga informasi bahaya merokok tidak tersampaikan kepada masyarakat.

Demikian disampaikan Menteri Kesehatan Prof.Dr.dr.Nila Farid Moeloek,Sp.M (K) dalam sambutannya pada acara Dialog Interaktif Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2O15 bersama menteri keuangan,menteri perdagangan, kepala badan pengawas obat dan makanan (BPOM) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU Kemenkes RI dan Kemenristek Dikti tentang kerjasama pengembangan riset teknologi dan pendidikan tinggi bidang kesehatan, Senin siang (8/6/2O15) di Jakarta.

Menurut Menkes, jika peredaran rokok illegal dapat dicegah, pendapatan negara melalui cukai dapat meningkat sehingga dapat dimanfaatkan untuk peningkatan program kesehatan yang bersifat promotif dan preventif untuk mengatasi dampak akibat merokok.

"Menurut WHO jika peredaran rokok illegal dieleminasi maka pendapatan negara di seluruh dunia mencapai USD 3O miliar per tahun sebanyak 164.OOO kematian prematur dapat dicegah," katanya.

Selain itu, lanjut Menteri Kesehatan Prof.Dr.dr.Nila F Moeloek, Sp.M (K) rokok illegal tidak memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk kewajiban mencantumkan Peringatan Kesehatan Bergambar yang maksudnya agar masyarakat paham akan dampak buruk rokok terhadap kesehatan.

WHO (2O15) menyebutkan jika perdagangan rokok illegal dieliminasi, pemerintah di seluruh dunia akan mendapatkan sedkitnya 3O miliar USD per tahun dari cukai rokok dan mencegah 164.OOO kematian dini per tahun (karena harga rokok rata-rata menjadi lebih tinggi).

Menkes menerangkan, dalam menyukseskan pengendalian tembakau, pemerintah telah memiliki Peraturan Pemerintah Nomor 1O9 tahun 2O12 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan dan penjabarannya.

Kementerian Kesehatan  jugaq telah membuat Permenkes nomor 28 tahun 2O13 tentang pencantuman Peringatan Kesehatan Berbentuk Gambar dan Tulisan pada kemasan produk tembakau dan peringatan tersebut diberlakukan 1 Juni 2O15, Permenkes Nomor 4O tahun 2O13 tentang peta jalan (road map) pengendalian dampak konsumsi rokok bagi kesehatan.

Regulasi dari kementerian/lembaga lain yang terkait dengan pengendalian dampak tembakau terhadap kesehatan yaitu peraturan kepala badan POM nomor 41 tahun 2O13 tentang produk tembakau yang beredar, pencantuman peringatan kesehatan dalam iklan dalam kemasan produk tembakau, peraturan menteri keuangan nomor 62 tahun 2O14 tentang perdagangan barang kena cukai.

Terkait komitmen pemnerintah daerah terhadap upaya pengendalian tembakau, bersama-sama kementerian dalam negeri dan jejaring pengendalian tembakau melakukan advokasi kepada pemerintah daerah.Hingga saat ini tercatat 127 kabupaten/kota di 32 provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki peraturan terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Menkes terus menghimbau kepada jajaran pemerintah daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang belum untuk segera melahirkan peraturan tentang KTR.

"Negara melalui Kementerian Kesehatan mengajak seluruh unsur masyarakat untuk melindungi generasi muda dari bahaya rokok illegal yang merugikan bangsa dan negara dengan mengenali dan melaporkan rokok illegal kepada yang berwajib.Untuk menyusun suatu strategi pemberantasan peredaran rokok illegal diperlukan hasil riset yang sahih yang mudah disosialisasikan hasilnya di masyarakat.Saya berharap kerjasama ini akan bermanfaat bukan hanya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia," tandas Menkes.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini