Ads


» » » Pemerintah akan Melaksanakan Pembangunan 65 Bendungan Dimulai Tahun 2015 Ini

Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline
Jakarta,BeritaRayaOnline,-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyaksikan penandatangan kontrak pembangunan empat bendungan senilai Rp 2,1 triliun di Jakarta, Senin siang (22/6/2015).Keempat bendungan tersebut yaitu Bendungan Karian (Lebak, Banten), Bendungan Passeloreng (Wajo, Sulawesi Selatan), Bendungan Tanju dan Bendungan Mila(Dompu, Nusa Tenggara Barat).

 Sementara itu Kabinet Kerja Pemerintah Republik Indonesia akan melaksanakan pembangunan 65 bendungan yang terdiri dari      16 bendungan yang merupakan pelaksanaan lanjutan pembangunan (on going) dan 49 pembangunan bendungan baru yang 13 diantaranya dimulai pelaksanaannya di tahun 2015.   

  Tampungan total 209 bendungan eksisting di Indonesia sebesar 12,56 milyar m³, dengan pembangunan 65 bendungan, akan ada tambahan 6,75 milyar m³. sehingga jumlah bendungan akan menjadi 274 bendungan dengan total tampungan sebesar 19,3 milyar m³.  
    Dari total irigasi teknis seluas 7,2 juta hektar, baru sekitar 0,8 juta hektar atau 11 % yang disuplai airnya dari bendungan, ke depan dengan penyelesaian 65 bendungan, akan meningkat menjadi sekitar 1,4 juta hektar atau 20 %.
Pada  Senin, 22 Juni 2015, di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dilaksanakan penandatanganan kontrak empat bendungan baru, yaitu Bendungan Karian, Bendungan Passeloreng, Bendungan Tanju dan Bendungan Mila.
Pembangunan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, akan memiliki :
-         volume tampungan sebesar 314,70 juta m³,
-         berfungsi untuk :
·        menyuplai kebutuhan air irigasi seluas 21.454 hektar,
·        penyediaan air baku 14,6 m³/detik untuk daerah pelayanan Banten dan DKI Jakarta
·        Pembangkitan Listrik sebesar 1,8 MW
-         waktu pelaksanaan 48 bulan. (selesai tahun 2019), dengan biaya sebesar  Rp. 1.070.720.828.400.
Pembangunan Bendungan Passeloreng di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, akan memiliki :
-         volume tampungan sebesar 138 juta m³,
-         berfungsi untuk :
·        menyuplai kebutuhan air irigasi seluas 7.000 hektar,
·        Pembangkitan Listrik sebesar 2,5 MW
-         waktu pelaksanaan 49 Bulan. (selesai tahun 2019) dengan biaya sebesar   Rp. 701.475.655.000,-
Pembangunan Bendungan Tanju dan Bendungan Mila di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat akan memiliki :
-         Bendungan Tanju volume tampungan sebesar 18,27 juta m³
-         Bendungan Mila volume tampungan sebesar 6,57 juta m³ 
-         Bendungan Tanju dan Bendungan Mila berfungsi untuk :
·        menyuplai kebutuhan air irigasi seluas 3.939 hektar,
·        penyediaan air baku 0,05 m³/detik dan
·        Pembangkitan Listrik sebesar 0,5 MW
-         waktu pelaksanaan 42 bulan. (selesai tahun 2018), dan biaya untuk Bendungan Tanju dan Mila sebesar  Rp. 357.168.894.500,-

Dengan penandatanganan kontrak 4 bendungan baru, maka dengan demikian  untuk tahun 2015 ini dari target 13 bendungan baru telah dilaksanakan 8 bendungan baru yaitu :
-         Bendungan Raknamo di Kupang Nusa Tenggara Timur,
-         Bendungan Logung di Kudus Jawa Tengah,
-         Bendungan Keureuto di Aceh Utara Nanggroe Aceh Darussalam,
-         Bendungan Lolak di Bolaang Mongondow Sulawesi Utara,
-         Bendungan Karian di Lebak Banten,
-         Bendungan Passeloreng di Wajo Sulawesi Selatan,
-         Bendungan Tanju di Dompu Nusa Tenggara Barat,
-         Bendungan Mila di Dompu Nusa Tenggara Barat.

Segera menyusul 5 bendungan baru lainnya yaitu :
-         Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan,
-         Bendungan Sindang Heula di Serang Banten,
-         Bendungan Sei Gong di Batam Kepulauan Riau,
-         Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Nusa Tenggara Barat
-         dan Bendungan Rotiklod di Belu Nusa Tenggara Timur.

(press release/lasman simanjuntak)




eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini