Ads


» » » Hari Krida Pertanian ke-43 : Mentan Ajak Seluruh Komponen Pelaku Pertanian Bekerja Keras !

Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Kita pahami bersama negara kita adalah negara agraris yang memiliki potensi sumberdaya pertanian yang sangat berlimpah untuk memproduksi kebutuhan bahan pangan pokok.Potensi yang besar tersebut adalah modal besar guna peningkatan produksi komoditas strategis terutama padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, daging, gula, buah-buahan dan juga komoditas perkebunan serta peternakan lainnya.

"Saya mengajak seluruh komponen pelaku pertanian agar berupaya sekuat tenaga bekerja keras meningkatkan produksi pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberi sambutan pada Upacara Peringatan Hari Krida Pertanian(HKP) ke 43 bertemakan " Dengan Semangat Hari Krida Pertanian Kita Tingkatkan Produksi Pangan dan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Lokal Menuju Kemandirian dan Kedaulatan Pangan" di Jakarta, Senin pagi (22/6/2015).

Dengan mayoritas penduduk yang bermata pencaharian pertanian kita harus yakin bahwa kita mampu memenuhi kebutuhan pangan dan produksi dalam negeri.Sejarah pertanian Indonesia telah memperlihatkan bahwakita memiliki tradisi dan nilai-nilai luhur yang lekat dengan alam pertanian sekitar. Kita memiliki berbagai bentuk kearifan lokal yang merupakan tradisi harus dilestarikan, dikembangkan, serta diwariskan agar tidak punah sering pergantian jaman.

"Pertanian memiliki potensi harus menjadi penggerak perekonomian nasional. Dengan potensi pertanian dan kekuatan rakyat yang sangat besar tersebut, maka Presiden Jokowi menetapkan kebijakan bahwa Indonesia harus menjadi negara berdaulat di bidang pangan," ujar Mentan.

Andi Amran Sulaiman mengatakan lagi, kebijakan kedaulatan pangan tersebut telah dicanangkan dalam amanat UU No.18/2012 tentang pangan dengan memberikan kepastian bahwa kedaulatan pangan merupakan hak negar dan bangsa dalam menentukan kebijakan pangan secara mandiri.Menjamin hak atas pangan bagi rakyat dan memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal.

"Dalam hak pemenuhan panan kita harus mandiri berdasar pada kemampuan bangsa dalam memproduksi pangan yang beranekaragam sehingga menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup bagi seluruh rakyat," kilahnya.

Negara Indonesia dengan jumlah penduduk 252 juta yang merupakan terbesar keempat di dunia dengan laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,49 % membutuhkan pangan dalam jumlah yang besar. Presiden Jokowi telah memerintahkan kepada kita agar swasembada pangan dicapai dalam waktu yang cepat. Untuk pencapaian swasembada pangan harus dicapai dalam waktu tiga tahun. Sementara itu untuk komoditas pangan lainnya harus dilakukan percepatan peningkatan produksi secara nyata sehingga menghindari impor. (lasman simanjuntak)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini