Ads


» » » Mentan : Kami Antisipasi Daerah Endemis Kekeringan dengan Bantuan Pompa Air

Demak, BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan setiap tahun lahan pertanian yang mengalami kekeringan seluas 198 ribu hektar, dan yang mengalami puso seluas 25 ribu hektar di seluruh Indonesia."Kami antisipasi dengan membentuk tim daerah endemis kekeringan. Tambah pompa 20 ribu unit tahun ini," jelasnya.

Berbicara kepada wartawan usai meninjau areal pertanian sawah yang jaringan irigasi tersier-nya telah kesulitan air di Desa Temuroso, Kecamatan Guntur, dan Desa Klitih, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pihaknya untuk masalah kekeringan ini sudah antisipasi sejak awal.

"Produksi tetap aman. Produksi padi Januari-April 2015 sebesar 20 juta ton, beras aman untuk 6 sampai 7 bulan ke depan. Bahkan sekarang panen lagi. Tiap hari panen, dan tiap hari tanam," ujarnya.

Andi Amran mengaku sedih, di sana ada air, tetapi di sini justru kekeringan.  Oleh karena itu Kementerian Pertanian alokasikan anggaran untuk membeli pompa air.

"Sepuluh tahun terakhir ini ada seluas 198 ribu hektar yang alami kekeringan. Jam empat sore pompa air turun, besok air sudah mengalir," ucapnya.

"Tiga kabupaten (Demak, Pati, Grobogan-red) sudah kami cek. Dalam atasi kekeringan ini untuk penanganan jangka panjang sungai dikeruk atau normalisasi berkoordinasi dengan Kementerian PU. Sedangkan penanganan jangka pendek dan menengah Kementerian Pertanian memberikan bantuan pompa air yang bisa bertahan sampai lima tahun," jelasnya.

Mentan telah minta kepada Ketua Tim Penanggulangan Kekeringan, Tunggul, untuk meng-inventarisir daerah-daerah endemis kekeringan.Kementerian Pertanian sudah perhitungkan seluas 198 ribu hektar areal pertanian yang mengalami kekeringan.

Ini langganan kekeringan tiap tahun. Namun, kekeringan justru produksi bisa ditingkatkan lagi," ucapnya.

" Sebanyak 30 ribu pompa air bergerak dan bekerja. Kalau 30 ribu pompa air di seluruh Indonesia kurang, kita tambah lagi. Usahakan pompa air bekerja 18 jam sampai 20 jam, tak perlu bekerja 24 jam terus menerus."

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan lagi pihaknya ingin merebut peluang. Tahun lalu kekeringan memang ada penurunan produksi padi sebesar 100 ribu ton.

"Syukur....dengan adanya pompa air, produksi bisa naik menjadi 30 ribu ton. Dan, pasti penanganan kekeringan tahun ini lebih baik. Soal kekeringan kan ada pompa air," katanya.

Ditanya wartawan apakah dalam kasus kekeringan ini, Kementerian Pertanian selalu tunggu laporan dari masyarakat, Andi Amran langsung membantah."Sekarang untuk UPSUS ini  tiap kabupaten ada satu orang yang mengawasi dan memantau, baik memantau hama, kekeringan, curah hujan, produksi, pertanaman, termasuk memantau harga.Sehingga komunikasi lancar bila terjadi sesuatu sangat cepat kami antisipasi," jelasnya. (pulo lasman simanjuntak)
Foto oleh :Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline 

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini