Ads


» » » Mentan : Anggaran Rp 45 Triliun dengan Strategi yang Dibangun,Tujuh Komoditi Impor Bisa Diselesaikan !

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merasa yakin dan optimis dengan anggaran sebesar Rp 45 triliun serta strategi yang kita bangun, maka  tujuh komoditi impor pangan (padi, jagung, kedele, cabe merah, bawang merah, daging, dan tebu/gula) dapat diselesaikan bahkan kita sudah bisa swasembada pangan.

Hal itu dikatakannya di depan peserta para kepala dinas pertanian seluruh Indonesia dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) bertemakan " Percepatan Pembangunan Infrastruktur  Pertanian Untuk Percepatan  Swasembada Pangan, Daya Saing Pertanian dan Kesejahteraan Petani" di Kantor Pusat Kementerian Pertanian di Jakarta, Rabu pagi (3/6/2015).

"Rp 45 triliun, saya yakin dengan strategi yang kita bangun, maka komoditi impor bisa diselesaikan tahun ini, dan kita bisa swasembada pangan," tegasnya dengan suara meyakinkan dan bersemangat dan langsung di-applaus tepuk tangan hadirin yang hadir di Auditorium Gedung F, Kampus Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada kesempatan itu juga bercerita mengenai pengalamannya dalam kunjungan kerja ke beberapa daerah guna pencapaian swasembada pangan.

"Ada irigasi di Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara yang lima belas tahun airnya tidak mengalir karena pintu air irigasi rusak dan membutuhkan dana perbaikan Rp 4 miliar.Saya lalu telepon langsung ke Menteri PU bertanya apakah ada anggaran Rp 4 miliar untuk Kabupaten Batubara ini," ceritanya.

Selama lima belas tahun air irigasi tidak mengalir, maka kita kehilangan peluang untuk para petani.Ada 10 ribu orang yang merasakan dampaknya, bila punya dua anak, maka 20 ribu orang keluarga petani yang merasakan dampaknya.

"Setengah jam kemudian Menteri PU telepon lagi bahwa anggaran Rp 4 miliar ada, setelah itu saya bilang Gubernur Sumut segera menyelesaikannya. Bahkan kepala balai PU setempat berjanji satu atau dua hari bisa diselesaikan perbaikan irigasi tersebut," ucapnya seraya menambahkan kalau dihitung selama lima belas tahun air tak mengalir kerugian mencapai Rp 900 miliar.

Sedangkan kejadian di Pulau Buru, Provinsi Maluku ada lahan pertanian seluas 7000 Ha ,airnya tak mengalir, karena masih ada lahan tanah yang belum bisa dibebaskan."Namun dua hari ini airnya sudah mengalir," selanya.

Sedangkan di Provinsi Sumatera Barat, traktornya harusnya roda empat, tetapi yang dikirim roda empat yang kecil.

"Ini salah. Sementara di Provinsi Bali traktor yang dipesan besar-besar, padahal sawahnya kecil-kecil. Ada juga kabupaten anggarannya sebesar Rp 700 miliar ditarik kembali, sehingga kita harus rapat lagi dengan Komisi IV DPR RI," jelasnya.

Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman anggaran Kementerian Pertanian tahun ini naik dua kali lipat  yaitu Rp 30 triliun s/d Rp 45 triliun.

Bisa serap anggaran ?" tanya Mentan dengan suara keras kepada para peserta Musrenbangtan Nasional Tahun 2015." Bisaaaa.......," jawabnya dengan diikuti tepuk tangan serentak.

Mengenai capaian fisik, Andi Amran mengatakan dalam waktu tiga tahun jaringan irigasi harus selesai.Tekad Kementerian Pertanian tahun ini selesai jaringan irigasi tersier 1,7 juta hektar.Untuk Alsintan, 30 ribu unit sudah dibangun, 90 ribu unit traktor, pompa air ada 20 ribu unit.Pompa air jangan dibagi dulu khusus daerah endemis kekeringan.

"Optimalisasi lahan, tidak ditempatkan lahan yang IP-nya sudah tiga.Ini ditempatkan pada IP yang masih satu atau dua. Yang ditempatkan pada existing yang sudah ditanam petani," pesan Mentan. (pulo lasman simanjuntak)





eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini