Ads


» » » Menembus Subuhhari ke Pasar Legi Solo , Blusukan Bersama Menteri Pertanian

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Kamis subuh (11/6/2015), blusukan ke Pasar Legi  dan Pasar Gede , Kota Solo. Tampak  Mentan sedang meninjau bawang merah yang baru tiba dari Nganjuk pesanan pedagang di Pasar Legi, Solo (11/6/2015). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Solo, BeritaRayaOnline,- Jam masih menunjukkan pukul O4.3O WIB, Kamis (11/6/2O15),tetapi para wartawan sudah bersiap-siap untuk meninggalkan Hotel Kusuma Sahid Prince, Solo, Jawa Tengah.
 "Besok jam setengah enam pagi ya... kita lihat harga-harga pangan di pasar sekitar Kota Solo," ajak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada wartawan BeritaRayaOnline usai santap malam bersama wartawan di sebuah restaurant di Solo, Rabu malam (1O/6/2O15).

Tepat pukul 5.3O WIB, Kamis (11/6/2O15)-ditengah suasana lalu lintas Kota Solo yang masih sepi-mobil yang ditumpangi Mentan memasuki areal parkir Pasar Legi Solo.

"Wah, saya senang para wartawan sudah datang meliput pagihari.Wartawan adalah calon-calon penghuni Sorga..," ujar Andi Amran yang subuh itu mengenakan kemeja lengan panjang putih dan celana hitam sambil menyalami wartawan satu per satu untuk melakukan blusukan ke Pasar Legi, Solo.

Sambil berjalan cepat (seperti biasa tiap blusukan ke pasar-pasar) masuk areal Pasar Legi, Solo, tiba-tiba orang nomor satu di Kementerian Pertanian ini memanggil dengan suara keras."Mana Pak Benny, mana....?"tanyanya.

"Kita harus lihat hulu dan hilirnya.Dari ujungnya untuk mengetahui harga pangan," katanya kepada wartawan BeritaRayaOnline yang ada di samping Mentan.

Pedagang bawang merah pertama didatangi Mentan.Pagi itu ia berdiri di belakangan sebuah mini bus kap terbuka yang baru saja menurunkan pesanan bawang merah milik pedagang Bu Darmi, 63 tahun.

"Kami pesan bawang merah dari Nganjuk dijual seharga Rp 17 ribu/kg, sedangkan di tingkat petani dijual Rp 15 ribu/kg," kata Bu Darmi memberikan penjelasan kepada Mentan.

"Enggak usah bawang merah impor ya,Bu.Harganya sedang bagus sama dengan harga bawang merah di Jakarta," ucap Mentan.

Perjalanan di Pasar Legi, Solo, kemudian dilanjutkan ke pedagang cabai.Di sini Mentan bertemu dengan Achmad, 47 tahun, yang menjelaskan harga Rp 13 ribu/kg, dan ambil dari pengumpul Ro 12 ribu/kg.

"Harga cabai merah stabil ya,Pak...," katanya seraya menambahkan harga Rp 13 ribu pada lini ketiga dari petani Rp 1O ribu/kg.

Dikatakan oleh Achmad yang pagi itu tengah sibuk menimbang cabai, ia ambil cabai dari wilayah Temanggung dan Magelang harganya Rp 13 ribu/kg, sedangkan harga di tingkat petani Rp 1O ribu/kg.

Dirincikannya, harga cabai rawit merah Ro 13 ribu/kg, cabai merah keriting Rp 15 ribu/kg sampai Rp 2O ribu/kg."Harga cabai sebenarnya stabil.Cuma ada kendala musim pancaroba dan ongkos angkut transportasi mahal jelang bulan Ramadhan dan Lebaran," jelasnya.

Di depan wartawan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berulangkali menegaskan bahwa jelang bulan Ramadhan ini harga-harga pangan stabil."Insya Allah harga akan stabil sampai Lebaran.Secara umum ini lebih tinggi di tingkat petani yaitu cabe merah Rp 1O ribu/kg sampai Rp 12 ribu/kg.Berikanlah kesempatan petani dua sampai tiga hari nikmati harga disaat Lebaran nanti.Jangan harga naik 2 persen sampai 3 persen.Bila kita impor akibatnya akan melemahkan para petani.Harga bawang merah, cabai, dan beras telah kami cek.Sedangkan soal angkutan yang mahal dan dikeluhkan petani setiap jelang Lebaran, saya akan berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan.Ini jadi skala prioritas," tegasnya dengan suara yakin dan mantap.

Masih berada di Pasar Legi, Solo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa import pangan merupakan pilihan terakhir, supaya petani bisa menikmati harga di lapangan, dan konsumen juga ikut menikmati.

"Sekali lagi saya katakan bahwa kondisi harga pangan stabil.Sebenarnya persoalan dan solusi sudah jelas.Insya Allah besok kita panen bawang 43 ribu ton di Brebes," ucapnya.

Mentan berpesan kepada wartawan jangan hanya cari berita yang "seksi" saja.Misalnya, bila di sana ada satu bakul komoditi pangan naik-hanya Rp 3O ribu saja-langsung diberitakan besar-besar.Namun, kalau harga turun beritanya kecil-kecil saja.Para wartawan yang ikut rombongan Mentan hanya mesem-mesem saja mendapat kritik langsung dari Mentan.

"Nah, ini para wartawan perlu perhatikan.Harga selalu kita lihat ujungnya yaitu pengumpul, tetapi di sana ada bandar.Kadang para spekulan ambil kesempatan jelang Lebaran.Di sini harga cabe Rp 13 ribu/kg, di Pasar Induk Kramatjati Rp 15 ribu/kg.Itu harga normal dan stabil,"katanya.

Andi Amran Sulaiman juga mengimbau para pengusaha di pasar, tolong harga jangan dinaikkan atau "dimainkan"."Bisa kita nikmati bulan suci Ramadhan.Dua minggu kami telah keliling pasar-pasar.Pasokan selalu normal baik di Pasar Induk Kramatjati , di Solo, bahkan sampai luar Jawa,"kilahnya.(pulo lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini