Ads


» » » Dirjen Hortikultura : Impor Bawang Merah Itu Ilegal !

Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono, diwawancarai wartawan sambil menunggu kedatangan  rombongan Ketua/Wakil Ketua DPR RI 'sidak' ke Pasar Induk Kramat Jati,  Jakarta Timur, untuk memantau harga komoditi pangan jelang bulan Ramadhan dan Lebaran 2015, Selasa pagi (16/6/2015). (Foto: Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Kramat Jati, BeritaRayaOnline, Impor bawang merah dari Filipina dan Vietnam seperti yang dikeluhkan para petani di Brebes kepada Menteri Pertanian Andi Amram Sulaiman dalam kunker Jumat  lalu(12/6/2O15)  hanya merupakan isyu belaka dan masuk katagori impor bawang illegal.

Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian,Dr.Ir.Spudnik Sujono kepada wartawan BeritaRayaOnline di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa pagi (16/6/2O15).

"Impor bawang merah itu illegal.Kepolisian bisa tindak dan tangkap oknum pelaku impor bawang merah.Impor bawang merah hanya 'show' atau teknik pedagang supaya harga bawang merah di tingkat petani lokal jadi anjlok atau turun," jelasnya.

Didesak pertanyaan wartawan BeritaRayaOnline para oknum pedagang bawang merah yang sengaja melemparkan isyu ada impor bawang dari Filipina dan Vietnam apa bisa ditangkap kepolisian."Bisa dong ditangkap, itu kan perbuatan illegal," selanya.

Dirjen Hortikultura  mengatakan lagi sampai hari ini pemerintah (Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan) tak pernah mengeluarkan izin impor bawang merah.

"Pemerintah tak pernah mengeluarkan izin impor bawang merah.Kalaupun ada itu impor bawang merah illegal,"katanya.

Menurut Dirjen Hortikultura Dr.Ir.Spudnik Sujono, sebenarnya hasil pantauan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, harga bawang merah sejak 9 Juni 2O15 stabil berkisar Rp 17 ribu/kg.

"Apalagi Jawa Barat dan Jawa Tengah saat ini mulai panen bawang.di Brebes puncak panen bawang merah bulan Juli nanti sebanyak 140 ribu ton.Dengan mulai panennya bawang merah, Insyah Allah harga bisa turun.Stok aman, tak perlu impor," ucapnya seraya menambahkan ibu-ibu rumah tangga ternyata senang membeli bawang merah lokal ketimbang bawang merah impor.

Ditambahkannya, tahun depan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menugaskan Dirjen Hortikultura Spudnik Sujono untuk bisa menata manajement supplai.

"Tahun depan saya harus bisa menata manajement supplai.Wilayah sentra atau kawasan budidaya bawang merah seperti Bima, Tapin, Kampar, Enrekang dipantau terus dan dipetakan.Kami juga akan memikirkan akses distribusi.Pokoknya kalau produksi bawang merah sudah mencapai 95O ribu ton, itu sudah aman deh, tak perlu impor," katanya.
(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini