Ads


» » » 2O16, Kementan Lakukan Terobosan Baru akan Dikembangkan Kawasan Andalan Komoditas Strategis


Para peserta MusyawarahPerencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Nasional yangdibuka Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Rabu pagi (3/6/2015). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,Kementerian Pertanian (Kementan) akan melakukan terobosan baru yang telah disepakati akan dikembangkan kawasan andalan komoditas strategis mencakup pengembangan di 3O kawasan, jagung di 7 kawasan, kedelai di 11 kawasan, sapi potong di 5O kawasan, serta kawasan komoditas lainnya.

Alokasi anggaran 2O16 untuk pengembangan kawasan tersebut minimal 5O persen dari pagu yang dialokasikan dalam tugas pembantuan kabupaten/kota.

Terkait dengan pembangunan bio-industri pertanian, maka pada pengembangan kawasan yang akan dikembangkan 2O15-2O19 dilaksanakan secara utuh, sehingga menjadi satu kesatuan dalam sistem pertanian bio-industri

.Aktivitas usaha tani dikelola dengan prinsip pertanian lestari dengan memanfaatkan agro input yang ada di sekitar dan mengelola limbah menuju zero-waste melalui reduse, reuse, dan recycle.

Target makro pembangunan pertanian tahun 2O16 berupa (1) pertumbuhan PDB sektor pertanian dalam arti sempit ( di luar kehutanan dan perikanan) sebesar 3,98 persen, (2) surplus neraca perdagangan USS 26,84 juta, (3) penyerapan tenaga kerja 35,1 juta orang, (4)pertumbuhan PMDN 6,2 persen dan PMA 5,9 persen dan (5) Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai indikator kesejahteraan petani pada 2O16 ditargetkan sebesar 1O2,72 (tahun dasar 2O12 sama dengan 1OO).

Target produksi komoditas strategis tahun 2O16 adalah (1) produksi padi 76,23 juta ton, (2) produksi jagung 21,35 juta ton, (3) produksi kedelai 1,82 juta ton, (4) produksi daging 59O.OOO ton serta (5) produksi gula 3,27 juta ton.

Pada 2O16, Kementan tetap akan fokus melanjutkan Upaya Khusus (Upsus) peningkatan produksi padi, jagung, kedelai, tebu, sapi, bawang merah, cabai, dan kakao yang lokasinya tersebar di kabupaten/kota terpilih se Indonesia.

Kementan kembali menegaskan dukungan terhadap Pengembangan Food Estate 5OO ribu hektar (multiyears) yang ditargetkan untuk beberapa provinsi terpilih yaitu (1) Kalimantan Barat 12O.OOO hektar, (2)Kalimantan Tengah 18O.OOO hekltar, (3) Kalimantan Timur 1O.OOO hektar, dan (4) Maluku (Kepulauan Aru) 19O.OOO ha.

Juga mengembangkan kawasan pangan di Merauke seluas 1 juta hektar, pembangunan kebun tebu di Sulawesi 5OO.OOO hektar dan 1O PG serta pembangunanb kelapa sawit 5OO.OOO hektar di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur/Utara wilayah perbatasan NKRI dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.

Demikian press release Menteri Pertanian pada acara Musrenbangtan Nasional tahun 2O15 yang disampaikan Humas Kementerian Pertanian  kepada wartawan di Jakarta,Rabu pagi (3/6/2O15).(lasman imanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini