Ads


» » » Sekjen Kemenkes Prihatin Jumlah Perokok Kaum Wanita Makin Meningkat

Peluncuran Iklan Layanan Masyarakat (ILM)  Bahaya Paparan Asap Rokok Bagi Kesehatan berlangsung di Jakarta, Jumat pagi (22/5/2015). Iklan layanan masyarakat yang akan ditayangkan di lima stasiun televisi swasta (RCTI, Trans TV, Trans 7, Global TV, Metro TV), radio (El Sinta), dan media sosial (You Tube) tersebut berdurasi 30 detik berisikan testimonis Ike (37 tahun),  wanita dari Surabaya yang menderita kanker pita suara atau tenggorokan.Padahal wanita paruh baya ini bukan perokok,namun selama 10 tahun bekerja di sebuah restauran, ia terpapar asap rokok dari para pengunjung restauran tersebut. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline).

Jakarta,BeritaRayaOnline,"Pria Indonesia menurut data-data yang ada ternyata perokok nomer satu di dunia. Namun, saat ini yang paling memprihatinkan meningkatnya jumlah perokok pada kaum wanita atau perempuan. Padahal, perempuan adalah promotor kesehatan bagi keluarganya. Kita bisa membayangkan bagaimana kalau perempuan tersebut masih merokok," tanya Sekretaris Jenderal, Kementerian Kesehatan(Kemenkes) , dr.Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, ketika memberikan kata sambutan pada acara Peluncuran Iklan Layanan Masyarakat (ILM) Bahaya Paparan Asap Rokok Bagi Kesehatan di Jakarta, Jumat pagi (22/5/2015).

Dikatakannya lagi, pihaknya juga ikut prihatin atas berita yang menyebutkan ada anak-anak usia dini juga  mulai merokok."Kita teliti data perokok pemula juga meningkat dua kali lipat.Dan, remaja-remaja yang mulai merokok akan lima belas kali bakal menjadi pecandu narkoba. Ini menyedihkan sekali," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Sekjen Kemenkes dr.Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, juga memaparkan penyakit-penyakit akibat merokok antara lain stroke, jantung, diabetes melitus, kanker paru-paru, dan masih banyak lagi."Jumlah perokok di Indonesia telah mencapai 53,7 juta orang. Oleh karenanya melalui kampanye ini kita sadarkan masyarakat atas bahaya paparan asap rokok bagi perokok aktif maupun perokok pasif," kilahnya.

Berdasarkan data-data yang ada konsumsi tembakau di Indonesia lebih dari 53,7 juta orang dewasa dan lebih dari 2,6 juta anak di Indonesia mengkonsumsi tembakau setiap hari. Lebih banyak pria di Indonesia (57,1 %) yang merokok dibandingkan denga rrata-rata di negara berpendapatan menengah lainnya. Lebih banyak anak laki-laki (41%) dan perempuan (3,5%) di Indonesia yang merokok dibandingkan dengan rata-rata di negara berpendapatan menengah lainnya. Sebanyak 1,7 % warga Indonesia mengkonsumsi tembakau mentah yang terbukti menyebabkan membahayakan.

Indonesia adalah salah satu dari hanya 13 negara dengan populasi 10 juta perokok pria yang merokok setiap hari.Satu dari tiga pria di Asia Tenggara adalah perokok dan setengahnya bermukim di Indonesia. Di Indonesia, setiap perokok menghabiskan sekitar Rp 486 setiap bulan untuk membeli rokok.

Setiap tahun lebih dari 217.400 orang di Indonesia yang meninggal dunia akibat penyakit yang berhubungan dengan konsumsi tembakau. Lebih banyak pria (19,8 %) dan wanita ( 8,1 %) meninggal dunia akibat konsumsi tembakau di Indonesia dibandingkan dengan negara berpendapatan menengah lainnya."Bahkan untuk JKN telah menghabiskan dana sebesar Rp 6 triliun untuk membiayai penyakit-penyakit yang ditimbulkan akibat merokok  ," kata Sekjen Kemenkes. (pulo lasman simanjuntak)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini