Ads


» » » Produktivitas Tanam, Proses Produksi Butuh Tenaga Penyuluh

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)
 
Jakarta,BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian (Mentan) Andi  Amran Sulaiman menegaskan, proses kegiatan produksi lahan pertanian di Indonesia masih kekurangan banyak tenaga penyuluh. Karena itu, untuk menutupi kekurangan kebutuhan tenaga penyuluh pertanian, Amran melibatkan aparat TNI khususnya Bintara Pembina Desa (Babinsa) hingga mahasiswa. 
  Di depan 101 bupati seluruh Indonesia, Amran mengatakan, kebutuhan penyuluh pertanian di Indonesia sebanyak 70.000 orang. Namun, kanyataannya di lapangan, jumlah penyuluh pertanian masih kurang.

”Penyuluh tidak kalah penting. Penyuluh pertanian itu (butuhnya) 70.000. Sekarang yang ada hanya 23.000 atau sekitar 32 persen,” tutur Amran dalam dialog bersama Bupati se-Indonesia membahas swasembada jagung di Jakarta, Senin (4/5/2015) seperti dikutip dari HU.Suara Karya, Selasa (5/5/2015).

Dia mengatakan, bukan hal mudah untuk merekrut penyuluh-penyuluh pertanian. Amran mengatakan telah melibatkan mahasiswa, TNI hingga dosen untuk menjadi penyuluh.

”Sering ada pertanyaan, kenapa TNI dilibatkan, mahasiswa, semua stakeholder dilibatkan. Tak mungkin dalam waktu sekejap kita bisa merekrut, oleh karena itu kami libatkan TNI, mahasiswa, dan dosen. Semua stakeholder,” katanya.

Pada kesempatan itu juga dia menyebutkan, pemerintah akan memberikan bantuan lebih banyak bagi daerah yang bisa meningkatkan produktivitas jagung lebih dari 20 persen.

”Untuk jagung minimal bantuannya akan sama dengan tahun depan. Tapi kabupaten yang meningkatkan 20 persen minimal, Insya Allah bantuannya akan lebih besar di tahun depan,” kata Amran.

Selain, Mentan juga mengundang 101 bupati se-Indonesia yang daerahnya menjadi sentra produksi jagung. Saat berdialog, Mentan Amran dicecar dengan berbagai pertanyaan termasuk soal harga jagung yang turun. Salah satunya adalah Bupati Boalemo, Gorontalo Rum Pagau, mengatakan, saat ini di lapangan banyak tengkulak yang mempermainkan harga jagung, sehingga merugikan para petani jagung.

Sehingga, dia berharap agar pemerintah pusat segera menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) terhadap jagung. ”Ketika tanam jagung di lapangan, harga anjlok, ketika paceklik dinaikkan. Harga jagung anjlok dipermainkan tengkulak,” katanya.

Dia menuturkan, pemerintah harus segera turun tangan agar petani tak merugi, juga berdampak pada produktivitas perkebunan jagung. ”Pemerintah harus turun tangan, ada Bulog,” jelasnya.

Selain itu, Bupati Aceh Tenggara Hasanuddin mengeluhkan permasalahan perkebunan jagung di daerahnya. Saat ini, masalah yang dihadapi oleh petani di Aceh Tenggara adalah terkait pemasaran. (pulo lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini