Ads


» » » Potensi Serius Akibat Gangguan Tiroid Juga Seringkali Diremehkan

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Kesadaran gangguan tiroid diantara wanita yang beresiko tinggi, lebih dari setengah (55%) wanita yang beresiko tinggi mengalami gangguan tiroid belum pernah mendengar permasalahan/kondisi ini. Lebih dari dua pertiga (77%) keliru mengindentifikasi  sebagai kondisi peradangan dan hanya satu dari lima ( 22 %) yang bisa mengidentifikasi dengan benar bahwa mereka kekurangan atau kelemahan hormon tiroid.

Potensi serius akibat dari gangguan tiroid juga seringkali diremehkan seperti kemandulan ,osteoporosis, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, depresi, dan kecemasan . Meskipun menglami gejala gangguan tiroid yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka, setengah (50%) wanita tidak mencari bantuan medis.

Demikian terungkap dalam rilis yang disampaikan dalam Seminar Publik dan Peringatan Pekan Peduli Tiroid Internasional yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Kesehatan yang berlangsung di Jakarta, Selasa pagi (26/5/2015).

53 % mengatakan mereka hanya akan pergi ke dokter jika mereka benar-benar sakitdan 46% tidak berfikir bahwa gejala yang mereka alami disebabkan  oleh suatu penyakit , 20 % mengatakan bahwa pergi ke dokter akan menghabiskan banyak biaya.94 % menegaskan bahwapraktisi kesehatan tidak pernah berbicara tentang gangguan tiroid meskipun mereka beresiko tinggi, dan dua pertiga  (69%) wanita  mengatakan mereka tidak secara proaktif membicarakan kondisi kesehatan mereka kepada dokter, dan 9 dari 10 (89%) wanita beresiko tinggi tidak menyadari bahwa tersedia pengobatan untuk kondisi mereka.

500 praktisi kesehatan di 6 kota di Indonesia diwawancarai termasuk 350 dokter umum dan 150 dokter yang praktek di rumah sakit.Gejala-gejala yang paling sering ditemukan oleh praktisi kesehatan cari dalam mengdiagnosa tidak selalu sesuai dengan gejala umum gangguan tiroid.Berdasarkan kelainan fisik, gejala yang paling dicari adalah tangan gemetar (100%), keringat berlebih (93%), perubahan berat badan (92%), denyut jantung yang sangat cepat (88%) dan sensitivitas pada suhu (86%).Gejala umum lainnya tidak langsung terlihat pada pemeriksaan fisik dan kurang dicari oleh praktisi kesehatan, termasuk kecemasan, gelisah, dan mudah marah (69%), masalah tidur (64%), dan depresi (55%).

Dibandingkan dengan dokter umum ,rata-rata dokter internis mendiagnosa lebih banyak pasien dengan gangguan tiroid-5,4 banding tiga. 59 % setuju bahwa wanita seringkali enggan mencari bantuan medis untuk gejala-gejala yang tidak spesifik yang diasosiasikan dengan gangguan tiroid. Hal ini sesuai dengan temuan hasil survei dari wanita beresiko tinggi bahwa pasien tidak percaya gejala yang mereka alami bisa diakibatkan oleh penyakit serius. Hasil tes tiroid sembilan darisepuluh pasien yang diduga menderita gangguan tiroid menunjukkan bahwa mereka memang mengalami gangguan tiroid.  

Sementara itu dalam informasi media yang disampaikan Merck di sela-sela  Seminar Publik dan Peringatan Pekan Peduli Tiroid Internasional, bertemakan " Kampanye Bebaskan Dirimu dari Gangguan Tiroid" menyebutkan Merck sebagai perusahaan yang telah berdiri di Indonesia selama 45 tahun berkomitmen untuk terus berkonstribusi pada kesehatan masyarakat Indonesia.

Merck Serono, divisi biofarma dari Merck berkomitmen untuk membuat perbedaan berarti bagi pasien dengan gangguan tiroid dengan menyediakan dan meneliti pilihan pengobatan paling efektif untuk kondisi gangguan tiroid. Selain itu, komitmen itu juga diwujudkan melalui edukasi dan program peningkatan kesadaran mengenai gangguan tiroid.

Merck mendatangani Nota Kesepahaman (Mou) dengan Kementerian Kesehatan RI pada Agustus 2014 untuk melakukan peningkatan kesadaran mengenai gangguan tiroid dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini da tata laksana penyakit tiroid. (lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini