Ads


» » » Pemilihan Ketua P3SRS Kalibata City Pengembang Kerahkan Masa Bayaran


Jakarta,BeritaRayaOnline,-LSM Gerakan Rakyat Anti Kerusakan Lingkungan Hidup (GERAKLIH) menilai pemilihan ketua  Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Kalibata City penuh rekayasa. 

PT Prima Buana Internusa (PBI) anak perusahaan pengembang Agung Podomoro diduga mengerahkan masa bayaran untuk memenangkan pemilihan.
 
            “Saya menduga instansi terkait dibidang perumahan di DKI Jakarta juga sudah menerima bayaran agar pemilihan tetap berjalan lancar meskipun penuh rekayasa,” kata Ketua GERAKLIH Kasim Balasa, Jum’at.
            Menurut Kasim, saat ini di lingkungan Apartemen Kalibata City (AKC) terbentuk dua panitia musyawarah (Panmus) yang akan mempersiapkan pemilihan pengurus P3SRS yakni versi murni bentukan komunitas warga apartemen dan versi bentukan pengembang dibantu seorang warga Musdalifah.

 Pemilihan Ketua P3SRS versi pengembang dilakukan hari ini Jum’at di GOR belakang Hotel Century dan versi komunitas warga atau kelompok Umi Hanik.
            Panmus versi komunitas warga bekerja lebih transparan dan menggunakan dana swadaya. Sementara Panmus versi pengembang yang diketuai  Rusli Usman mantan Manajer AKC menggunakan dana warga yang ada di pengelola secara ilegal dan sembunyi-sembunyi.
            “Saya memahami mengapa banyak warga Apartemen Kalibata City (AKC) yang menolak pemilihan pengurus yang hanya jadi boneka pengembang. Mereka rencananya akan membentuk kepengurusan tandingan yang lebih fair tanggal 18 Mei 2015 nanti di Gedung Cawang Kencana,” kata Kasim.
            Jika pemilihan pengurus P3SRS Kalibata City versi pengembang ini terus dilanjutkan Kasim yakin lingkungan AKC akan terus bergejolak sampai kapanpun. Dan instansi terkait dalam hal ini Dinas Perumahan DKI dan Gubernur Ahok tidak bisa tutup mata dan lepas tangan.
            “Gubernur DKI dan Kepala Dinas Perumahan jangan pura-pura tidak tahu melihat permasalahan di lingkungan rumah susun atau apartemen. Lain halnya jika mereka sudah menerima upeti maka seolah olah semua berjalan wajar,” tambah Kasim.
            Untuk membuktikan bahwa yang datang ke pemilihan P3SRS di Senayan itu bukan para pemilik atau penghuni apartemen menurut Kasim sangat mudah. Mereka yang datang bisa ditanya apakah memang benar-benar pemilik apartemen atau pemilih bayaran dan bisa juga dengan mendatangi  kantor PBI atau pengembang Agung Podomoro pasti kosong pada saat pemilihan.
            “Karena itu saya memprediksi para pengurus P3SRS boneka PBI nanti kualitasnya akan sangat rendah. Sebab itu yang diinginkan pengembang agar mereka bisa dikendalikan dan aset apartemen tetap dikuasai pihak pengembang,” kata Kasim.  
            Karena itu Kasim meminta agar media dan aparat bisa melihat lebih kritis terhadap pemilihan Ketua P3SRS rekayasa di Kalibata City. Sebab jika modus ini terus berlangsung maka niat pengembang untuk menguasai aset warga yang nilainya triliunan rupiah akan berjalan lancar.
            “Aparat pemda dan keamanan juga harus hati-hati. Jangan gara-gara terima recehan aset warga yang nilainya triliunan dengan mudah tetap dikuasai pengembang.”    (lasman simanjuntak) 

 

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini