Ads


» » » Pemerintah Belanda Siap Bantu Dana Pembangunan Museum Perkebunan Indonesia di Medan

Soedjai Kartasasmita, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) di Jakarta, Senin pagi (11/5/2015), sedang memberikan penjelasan kepada wartawan sehubungan dengan persiapan pembangunan museum perkebunan Indonesia atau Musperin. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta, BeritaRayaOnline,-"Dengan Kedutaan Belanda telah bersedia membantu mengumpulkan dana sebesar Rp 1 miliar. Mereka akan sumbang dana Rp 1 miliar, tetapi proposal harus jelas. Mereka juga akan melakukan pelatihan  para kurator museum," jawab Soedjai Kartasasmita, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) menjawab pertanyaan BeritaRayaOnline di Jakarta, Senin pagi (11/5/2015), dalam jumpa pers dengan Dirjen Perkebunan Gamal Nasir mengenai persiapan pembangunan museum perkebunan Indonesia (Musperin).

Dikatakannya lagi, arsip kita di Universitas Leiden, Belanda paling banyak, tetapi karena lembaga arsip ini dikelola oleh pemerintah, maka perlu persetujuan dari pemerintah Belanda."Untuk ambil artefak bisa saja, tetapi harus persetujuan pemerintah Belanda.Mereka juga punya dokumentasi gedung PPKS. Belanda akan bantu mau pakai ruangan yang mana?.Artefak-artefak itu sangat menarik, mereka juga bersedia memberikan copynya," ucapnya.

"Kami juga telah bekerja sama dengan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. Mereka akan ikut mempromosikan museum perkebunan ini di luar negeri. Bahkan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara berjanji bila ada kapal pesiar internasional masuk ke Pelabuhan Belawan, mereka akan mengajak para turis mancanegara ini untuk berkunjung ke museum perkebunan di Medan, " kata Soedjai Kartasasmita.


Diceritakannya ,Museum Perkebunan Indonesia (Musperin) sudah lama menjadi impian kami terutama karena pentingnya peran perkebunan untuk ekonomi negara kita baik di masa lalu maupun di masa mendatang.Mimpi ini baruu dapat dicanangkan pada Hari Perkebunan 10 Desember 2010di Medan oleh Soedjai Kartasasmita, Ketua Umum GPPI.

"Pada 24 September 2014 kami menemui Mr.Ton van Zeelaand dan Ibu Shaula Supit dari Dinas kebudayaan  Kedutaan Belanda di Jakarta untuk membicarakan hal-hal yang berkenan dengan pendirian Musperin. Mr.van Zeeland menjanjikan kemunkinan dukungan finansial dari Dutch Heritage Fund untuk keperluan Musperin asal proposalnya jelas. Bahkan beliau dapat mendatangkan rock band dari Belanda untuk memeriahkan suasana pada saat peresmian Musperin, "katanya.

Menurut penjelasan  Soedjai Kartasasmita, pada 9 Februari 2015 dengan bantuan Dr.Jan van Olden dari Universitas Leiden, Soedjai Kartssmitaa dan Rhohan F.Mochtar mengadakan pertemuan di Universits Leiden dengan Dr.Doris Jedamski, Kepala Perpustakaan  dan Penyimpanan Artefak yang berasal dari Tropical Institute Belanda. Beliau bersedia membantu Musperin asal adaa persetujuan dari pemerintah belanda lebih dulu.

Sementara itu Dr.Jan van Olden menyatakan kesediaannya untuk menjadi perwakilan Musperin di Belanda sekalipun tidak mendapat fee atau honor sebagai imbalan untuk jasa-jasanya.Dr.Desy Simanjuntak walaupun sekarang lagi mengajar di Singapura tetap dilibatkan dalam aktivits yang berkaitan dengan sosialisasi Musperin di luar negeri.

"Selanjunta juga perlu disampaikan bahwa untuk keperluan promosi di luar negeri ada seorang warga negara Amerika Serikat bernama Peter Janssen keturunan keluarga Janssen dan Cremer, 2 pendiri dari Deli Maatschpij dan Senembah Matscapij di masa lalu yang secara sukarela menyatakan kesediannya untuk mempromosikan Musperin di luar negeri," katanya.(lasman simanjuntak)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini