Ads


» » » Mentan Tingkatkan Produksi Kedelai di Halmahera

news


Halmahera Selatan, Maluku Utara , BeritaRayaOnline,-- Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menaruh perhatian besar terhadap kemajuan pertanian Indonesia dengan tidak membedakan daerah dan wilayah tugasnya. Hal ini terbukti dengan penanaman kedelai perdana oleh Mentan di Desa Wayamiga, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Minggu (26/4/2015).

Didampingi Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba dan Bupati Halmahera Selatan, Muhammad Kasuba, pertama kali Mentan melakukan penugalan dengan cara membuat lubang dilahan dan kemudian melanjutkan menanam benih kedelai di lahan seluas 4 Ha.

Mentan memberikan saran agar Halmahera Selatan menghadirkan dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berhasil memproduksi kedelai agar Halmahera Selatan dapat memprodukasi 3,5 ton per Ha. Menurut informasi yang didapatkan oleh Mentan, kedelai di Halmahera Selatan memiliki angka produksi 1,2 ton per Ha-nya.

Mentan menyampaikan bahwa Maluku Utara akan mendapatkan program bantuan dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian. Gubernur Maluku Utara mengungkapkan bantuan tersebut dapat membawa berkah bagi masyarakatnya.

Dari perencanaan, Kabupaten Halmahera Selatan akan melakukan penanaman kedelai dengan luasan sekitar 200 Ha. Dengan keadaan tersebut, Mentan melanjutkan pembahasan kucuruan bantuan di Maluku Utara.

“Tadi kami cek hanya 200 Ha kedelai. Lahan itu terlalu kecil, kalau bupati minta seribu, akan kami kasih," ujar Mentan untuk mengakselerasi potensi sumberdaya kedelai di Halmahera Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Mentan juga menitipkan pesan kepada masyarakat Halmahera Selatan untuk menaikan prestis dari komoditas kedelai. Seperti halnya ikon batu Bacan yang sedang naik daun dan komoditas duku Bacan yang dikenal sangat manis berbeda dengan duku Palembang, Mentan berharap di kemudian hari terdapat ikon dari kedelai bacan yang ternama.

Mentan mendengarkan keluhan dari para petani yang berada di Halmahera Selatan. Banyak permasalahan yang dialami oleh petani. Diantaranya sarana untuk bertani yang minim dan kesulitan dalam memasarkan produk dikarenakan infrastruktur masih belum memadai di Halmahera Selatan.

Mendengarkan hal ini, Mentan akan membantu pemerintah setempat untuk memberikan perhatian kepada para petani dengan terlebih dahulu meminta data yang valid.

“Kami minta datanya yang kuat tentang kebutuhan petani dan usaha tani, karena jangan sampai kami salah mengirim,” jelas Mentan.
 
Mengakhiri acara di Wayagima, secara simbolis, bantuan diberikan dari Menteri Pertanian kepada Djufri Hasan, selaku Ketua Kelompok Tani Pribumi Mandiri.(www.deptan.go.id/lasman simanjuntak)




eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini