Ads


» » Indonesia Tekankan Pentingnya Penanganan Global untuk Atasi Tantangan Double Burden of Nutritions

Geneva, BeritaRayaOnline,-Selain perlu terus memberikan perhatian yang memadai terhadap penanganan isu kekurangan gizi (malnutrition) yang juga merupakan salah satu unfinished business of the MDG’s, masyarakat internasional juga perlu memberikan perhatian yang memadai dalam rangka mengatasi isu obesitas. Tantangan yang seringkali disebut sebagai double burden of malnutrition ini perlu ditanggapi secara khusus, termasuk di dalam kerangka pembicaraan Sustainable Development Goals (SDG’s).    

Hal tersebut disampaikan oleh Menkes RI, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, pada saat menjadi salah satu pembicara utama acara Side Event Sidang World Health Assembly ke-68 bertema ”Tackling Obesity: Nutrition and Food Labeling” yang berlangsung di Kantor PBB, Jenewa, 18 Mei 2015. 

Sebagai negara berkembang dengan latar belakang penduduk yang sangat beragam, Indonesia juga menghadapi tantangan double burden of nutrition tersebut. Meskipun dalam 10 tahun terakhir Indonesia berhasil mengurangi angka kekurangan gizi pada anak-anak, namun saat ini ada kecenderungan kenaikan angka prevalensi penderita kegemukan pada anak di bawah 5 tahun. Untuk itu, pemerintah RI telah menyusun Rencana Aksi Nasional Gerakan Nusantara Tekan Angka Obesitas (RAN GENTAS) dalam rangka menangani isu ini secara terkoordinasi.           

Melalui RAN untuk mengurangi angka penderita obesitas tersebut, Pemerintah menyusun berbagai program yang mendorong program diet sehat, aktivitas fisik serta gaya hidup sehat sehat. Selain itu, berbagai peraturan pemerintah terkait pun terus diperkuat, termasuk untuk isu food labeling serta pengaturan konsumsi jumlah gula, garam dan lemak.

Acara side event mengenai isu obesitas ini merupakan salah satu Side Event yang diselenggarakan disela-sela Sidang World Health Assembly (WHA) ke-68 yang berlangsung di Kantor PBB Jenewa tanggal 18-26 Mei 2015. Side event ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan perhatian masyarakat internasional mengenai pentingnya penanganan isu obesitas.

 Selain itu, acara ini juga merupakan salah satu bentuk tindak lanjut nyata dari berbagai hasil yang telah dicapai pada International Conference on Nutrition yang diselenggarakan pada tahun 2014, terutama melalui berbagai kegiatan yang bersifat tukar pikiran serta berbagi pengalaman nasional dalam mengatasi isu ini. Selain Menkes RI, pembicara lain pada acara ini adalah Menkes Paraguay, Wakil Menkes Ekuador, pejabat tinggi Kemkes Australia, serta pejabat Sekretariat WHO.

Menkes RI adalah Ketua Delegasi RI (delri) pada Sidang WHA ke-68. Anggota Delri terdiri dari pejabat Kemenkes, Kemenlu, Badan POM RI, serta Perutusan Tetap RI pada PBB di Jenewa. Direncanakan Menkes RI akan memberikan pernyataan utama atas nama Pemerintah RI pada sidang Pleno tanggal 19 Mei 2015. Menkes RI dan para pejabat lainnya juga telah dijadwalkan untuk mengikuti berbagai acara lain di dalam kerangka Sidang WHA serta mengadakan pertemuan bllateral dengan Menkes dan pejabat tinggi dari berbagai negara lain serta perwakilan organisasi internasional lainnya.(siaran pers/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini