Ads


» » » Ike, Bukan Perokok, Terpapar Asap Rokok, Kini Menderita Kanker Pita Suara

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Di sebuah layar video berdurasi 30 detik tampak seorang wanita menggunakan kerudung muncul dengan suara serak."Saya kehilangan suara saya," ungkapnya dengan tulisn kapur di papan tulis.

Ibu dua anak asal Surabaya, Jawa Timur, ini lalu membenahi posisi jilbab-nya untuk menutup lubang menganga di lehernya yang sempat selintas terlihat."Berhentilah merokok, asapmu membunuh mimpi-mimpi orang di sekitarmu," nasehat Ike dengan suara nyaris tidak terdengar dengan jelas. Tatapan matanya menyiratkan penderitaan.

Ike-bukan perokok- pernah bekerja di sebuah restauran di Kota Surabaya, Jawa Timur. Hampir sepuluh tahun bekerja di restauran tersebut, dirinya tak menyadari tiap hari terpapar asap rokok dari para pengunjung rumah makan. Akhinya, dokter memvonis Ike terserang kanker pita suara atau kanker tenggorokan.

Tayangan tersebut diperlihatkan kepada wartawan, Jumat pagi (22/5/2015), usai penekanan tombol bersama Sekjen Kementerian Kesehatan dr.Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, didampingi direktur pengendalian penyakit tidak menular,  kepala pusat promosi (promkes) Kemenkes, dan kepala pusat intervensi kesehatan masyarakat Litbangkes, Kementerian Kesehatan, sebagai tanda diluncurkannya Iklan Layanan Masyarakat (ILM) Bahaya Paparan Asap Rokok Bagi Kesehatan.

Itulah gambaran nyata bahaya perokok pasif yang tersaji dalam iklan layanan masyarakat (ILM) yang diproduksi oleh Kementerian Kesehatan berkolaborasi dengan World Lung Foundation.ILM ini bertujuan menyadarkan masyarakat Indonesia akan bahaya paparan asap rokok. Penayangannya secara serentak di berbagai stasiun televisi nasional, radio, dan media daring selama dua minggu.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2010, sekitar 95 juta orang di Indonesia terpapar asap rokok. Lebih dari 40,3 juta anak Indonesia usia 0-14 tahun telah menjadi perokok pasif. Padahal paparan asap rokok  banyak ditemukan di berbagai tempat umum tersebut memiliki efek negatif yang sama bahayanya jika dibandingkan dengan seorang perokok aktif.Bahkan menurut buku The Tobacco Atlas yang diterbitkan oleh American Cancer Society dan World Lung Foundation, paparan asap rokok dapat meningkatkan resiko terkena kanker paru-paru sebesar 30 % dan sebesar 25 % penyakit jantung korener.

Penelitian Global Adult Tobacco Survey (GATS) yang dilakukan pada 2008-2013 juga menunjukkan data tentang persentase prevalensi paparan asap rokok terhadap orang dewasa di Indonesia. GTS juga mencatat lebih dari 85 % orang dewasa Indonesia terkena paparan asap rokok di rumah, lebih dari 78 % di tempat makan, dan lebih dari 50 % di tempat kerja.

" Jumlah perokok di Indonesia telah mencapai 53,7 juta orang. Oleh karenanya melalui kampanye ini kita sadarkan masyarakat atas bahaya paparan asap rokok bagi perokok aktif maupun perokok pasif, " ujar dr.Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan.

"Kami sangat apresiasi kerja keras pemerintah Indonesia dalam kampanye bahaya asap rokok di media massa nasional sejak 2014. Melalui kampanye ini kami juga mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam kebijakan pengendalian bahaya produk tembakau bagi kesehatan," kata Peter Baldini, Chief Executif World Lung Foundation.

Terkait kebijakan  bebas dari bahaya merokok, Indonesia telah menyusun berbagai peraturan yang mengatur perlindungan terhadap masyarakat akibat bahaya paparan asap rokok. Salah satunya penerapan kawasan tanpa rokok di berbagai tempat umum maupun tempat kerja. Menurut The Tobacco Atlas, hingga saat ini larangan merokok di dalam ruangan dapat mengurangu sebanyak 2 %-6 % prevalensi merokok.

Lebih dari 97 juta warga non-perokok di Indonesia secara rutin terpapar asap rokok yang menjadikan mereka perokok pasif. Hampir 80 % orang dewasa berusia di atas 15 tahun terpapar asap rokok di rumah, lebih dari 85 % orang dewsa terpapar asap rokok di restauran dan lebih dari 50 % orang dewasa terpapar asap rokok di tempat kerja.di Indonesia regulasi asap rokok berlaku di sarana transportasi umum, fasilitas kesehatan dan area kampus.(pulo lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini