Ads


» » » Harga Gabah Rendah, Petani Merauke Mengeluh ke Mentan

Merauke,BeritaRayaOnline,- Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menerima laporan langsung dari petani terkait keterlambatan pendistribusian pupuk dan harga gabah dan beras di tingkat petani yang rendah di Merauke.
 
Di hadapan Mentan, petani setempat mengeluhkan harga gabah dan beras yang di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Petani melaporkan, harga gabah sebesar Rp3.400 per kg dan harga beras petani di tingkat penggilingan sebesar Rp6.700 per kg yang dibeli oleh pedagang, bukan oleh Bulog.

“Kami tidak bisa langsung jual gabah dan beras ke Bulog, karena prosedur dan syaratnya yang panjang. Sehingga kami jual pada pedagang di penggilingan dengan harga rendah,keluh petani di Kampung Waminggap Miraf SP 5, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua, Minggu (10/5/2015).

Berdasarkan Inpres Nomor 5 Tahun 2015 tentang HPP, harga gabah dan beras di tingkat petani yakni masing-masing sebesar Rp3.700 dan Rp7.300. Ini terdapat selisih harga yang cukup besar yang dinikmati oleh para pedagang, apalagi harga beras di perkotaan mencapai Rp11.000 pe kg. 

“Petani yang susah panyah kepanasan 100 hari di bawah terik matahari, hanya mendapat keuntungan yang sangat kecil bahkan ada yang merugi. Sedangkan para pedagang yang santai-santai saja keuntungannya jauh lebih besar. Ini tidak adil,” geram Mentan Amran.

Dengan kondisi ini, petani mengharapkan Bulog untuk turun langsung ke petani untuk menyerap gabah dan beras sesuai HPP agar dapat menikmati keuntungan dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraannya.

Mentan berjanji akan membantu petani di Merauke, yakni berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai harga gabah dan beras tersebut. Kemudian, akan menambah bantuan di Merauke, namun harus dibarengi dengan peningkatan produksi sebesar 20 persen.

Menanggapi hal itu, Mentan langsung memerintahkan pihak PT Petro Kimia yang hadir agar pupuk tidak boleh terlambat saat dibutuhkan petani.

“Apapun bentuk prosesnya di lapangan, saya tidak mau tahu kalau pupuk tidak boleh terlambat,” ujar Mentan kepada pihak PT Petro Kimia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Merauke, Sunaryo, Anggota komisi IV DPR RI, Sulaiman Hamzah, dan Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian, Haryono.(humas kementerian pertanian/lasman simanjuntak)

Foto : Humas Kementerian Pertanian

.........................................................................................................



eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini