Ads


» » » Dirjen Perkebunan : Jika Tetap Belum Mengajukan Permohonan Sertifikasi ISPO, Izin Usaha akan Dicabut

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Ir.Gamal Nasir (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,-"Apabila telah memiliki kelas kebun, namun belum mengajukan permohonan sertifikasi, maka diberikan peringatan tiga kali dengan selang waktu empat bulan. Jika tetap belum mengajukan permohonan sertifikasi ISPO, maka izin usaha akan dicabut," tegas Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Ir.Gamal Nasir kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/5/2015), mengenai perkembangan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan/Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Dijelaskan,  perusahaaan perkebunanyang belum mengajukan sertifikat ISPO sampai dengan 31 Desember 2014 diberikan tenggang waktu untuk mengajukan pendaftaran permohonan sertifikat ISPO sampai dengan 25 September 2015.

"Apabila sampaai dengan tanggal tersebut, perusahaaan belum mengajukan, kelas kebun akan diturunkan akan diturunkan menjadi kelas IV oleh pemberi izin yaitu gubernur atau bupati sesuai kewenangannya," ujar Dirjen Perkebunan.

Perusahaan yang telah memiliki kebun dan tidak memiliki usaha pengolahan wajib memasok bahan bakunya ke unit pengolahan yang telah mendapatkan sertifikat ISPO paling lambat dua tahun.Sebaliknya perusahaan  yang melakukan usaha pengolahan tanpa kebun yang diusahakan sendiri, wajib menerima bahan baku dari kebunyang telah mendapatkan sertifikat ISPO paling lambat dua tahun.

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Perkebunan, Ir.Gamal Nasir, mengatakan lagi  berdasarkan hasil penilaian usaha perkebunan tahun 2012, perusahaan yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan permohonan sertifikat ISPO sejumlah 660 perusahaan yang setiap tahunnya bertambah disesuaikan dengan pelaksanaan penilaian usaha perkebunan tahap operasional oleh daerah.

Dari jumlah tersebut yang sudah mengajukan permohonan untuk sertifikat ISPO 562 perusahaan dan 97 diantaranya telah memperoleh sertifikat ISPO.Dengan demikian sejumlah 98 perusahaan belum mengajukan permohonan sertifikat ISPO.

Berdasarkan sidang komisi ISPO pada Kamis 30 April 2015 telah dibahas 57 dokumen dan tiga lembaga konsultan dengan hasil terdapat 34 perusahaan yang memenuhi persyaratan untuk memperoleh pengakuanoleh komisi ISPO, 23 perusahaan yang belum memenuhi persyaratan dan harus memperbaiki/melengkapi dokumen, dan terdapat tiga lembaga konsultan ISPO yang memenuhi persyaratan untuk memperoleh pengakuan oleh Komisi ISPO.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini