Ads


» » » PUPR Mendorong Pembiayaan Proyek Dengan Multi-Year Contract

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Plt. Dirjen Pembinaan Konstruksi Hediyanto W Husaini pada acara temu wartawan, Kamis (2/4/2015) mendorong agar pekerjaan pembangunan infrastruktur dilakukan dengan Multi Years Contract (MYC).

Dikarenakan, terdapat beberapa keuntungan jika pekerjaan dilakukan secara MYC. Antara lain yakni progres lebih cepat.

“Jika pekerjaan masuk dalam skala besar dan kontraktor bisa membuat lebih efisien maka produksi bisa lebih banya dan kualitas akan lebih baik. Kita tidak terpotong waktu tiga bulan untuk pengadaan barang dan jasa. Karena dalam tiga dapat menghasilkan progres sekitar 30 - 40%,” ujarnya.

Namun, kendala dalam pelaksanaan MYC adalah persetujuan dari Menteri Keuangan memakan waktu antara 1 – 2 bulan. Hal tersebut diamanatkan dalam Perpres bahwa persetujuan MYC harus melalui Menteri Keuangan. Padahal yang dibutuhkan adalah kepastian mendapatkan persetujuan kontrak MYC.

“Kami mengusulkan agar pekerjaan MYC dilimpahkan kepada menteri teknis atau K/L yang bersangkutan. Jika pertimbangan persetujuan adalah mengganggu kapasitas fiskal kementerian, maka dapat dipertimbangkan untuk dibuat pembatasan alokasi anggaran. Jika biaya di atas 30% dari alokasi anggaran harus minta persetujuan Menteri Keuangan. Tetapi jika biaya di bawah itu. persetujuan dapat diserahkan kepada menteri bersangkutan. Karena menteri yang bersangkutan lebih mengetahui pekerjaan mana yang dapat dijadikan prioritas dan pekerjaan yang bisa dilakukan dengan cepat serta permasalahannya,” jelas Hediyanto.

Persetujuan dari menteri bersangkutan menjadi salah satu usulan agar pembangunan infrastruktur dapat dilakukan lebih cepat, berkualitas dan efisien. Saat ini, porsi pekerjaan MYC baru mencapai Rp 9 triliun dari total Rp 85 triliun. Idealnya sekitar 30%.

Hingga awal April 2015, dari total paket yang dilelang sebanyak 13.643 paket, sudah 9.578 paket yang diumumkan lelangnya. Jumlah tersebut sebesar 70,2%. Sedangkan anggaran dari PAGU dari total Rp 77,3 triliun baru terserap Rp 59 triliun dari jumlah paket yang sudah dilelang atau sebesar 76,2%.

Dari progres tersebut, Hediyanto menyatakan optimis akan terus meningkat. Diperkirakan dalam sehari dapat menyerap sekitar Rp 1 triliun. (ind/puskom pupr/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini