Ads


» » » Mentan Minta Bulog Lebih Kreatif Serap Gabah Petani


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam rangka mendukung swasembada beras melakukan tanam padi bersama di Desa Sidomulyo, Kec.Wasile Timur, Kab.Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, Minggu, 26 April 2015.(Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, pengadaan beras Bulog hingga 28 April 2015 ini baru 450 ribu ton dari 4,5 juta ton serapan beras yang ditargetkannya tahun ini. Jumlah ini tergolong minim bila dibandingkan serapan beras pada periode Januari-April tahun lalu yang mencapai 900 ribu ton.

Karenanya, Mentan Amran meminta Perum Bulog agar lebih kreatif dalam melakukan pengadaan beras dalam rangka menjaga supaya harga gabah petani tidak terjun hingga di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan Inpres Nomor 5 Tahun 2015, HPP untuk gabah kering panen (GKP) adalah Rp3.700/kg.

Di sisi lain, berdasarkan hasil kunjungan Mentan ke sejumlah daerah, didapati bahwa harga gabah telah merosot sampai di bawah HPP. Karena itu, Bulog harus cepat turun ke lapangan untuk menyerap gabah petani dengan harga sesuai HPP agar para petani tak merugi.

"Harga GKP mulai dari di Batubara (Sumut), Palembang (Sumsel), Lampung Utara (Lampung), Tulang Bawang (Lampung), Yogyakarta, Klaten (Jawa Tengah), itu rata-rata Rp3.200-3.500/kg," tutur Amran usai menghadiri Dialog Pemantapan Swasembada Beras di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Selasa (28/4/2015).

Penyerapan yang dilakukan oleh Bulog di lapangan memang masih belum maksimal karena terkendala kualitas gabah dan beras yang tidak sesuai ketentuan Inpres. Sebagai contoh, berdasarkan Inpres No.5/2015, HPP berlaku untuk GKP dengan kadar air maksimum 25%, sementara banyak beras petani yang kadar airnya di atas 25%, bahkan di atas 30%.

Namun, menurut Amran, Bulog harusnya bisa menyiasati masalah tersebut melalui kerjasama dengan penggilingan-penggilingan berskala kecil. Gabah-gabah yang masih basah bisa saja ditingkatkan kualitasnya di penggilingan-penggilingan padi yang memiliki banyak alat pengering (dryer).

"Kadar air kan bisa disiasati, harus kreatif menyerap produksi petani, jangan menunggu mereka," ucap Mentan Amran.

Mentan Amran menambahkan, bila hanya mengandalkan pengadaan dari penggilingan besar saja, Bulog akan kesulitan. Karena itu, jaringan semut Bulog perlu lebih dioptimalkan.

"Kerjasama dengan penggilingan kecil. Bulog harus bekerja keras, kan punya jaringan semut, harus lebih dioptimalkan," imbuhnya.

Bila serapan beras rendah, Bulog tidak akan bisa memiliki stok yang cukup untuk mejaga stabilitas harga beras. Amran mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk meningkatkan kinerja Bulog. "Serapan Bulog harus ditingkatkan lagi, saya sudah komunikasi dengan Menteri BUMN," tukas Mentan. (humas kementerian pertanian/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini