Ads


» » » Mentan akan Tambah Alokasi Pupuk Subsidi Tahun Ini

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)
Jakarta,BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, alokasi pupuk untuk tahun ini yang hanya 9,5 juta ton akan segera ditambah.

"Jumlah alokasi pupuk saat ini masih jauh di bawah kebutuhan daerah yang tertuang dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), jadi akan segera ditambah," ujar Amran usai menghadiri Dialog Pemantapan Swasembada Beras di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Selasa (28/4/2015).

Mentan Amran mengungkapkan, dalam RDKK yang diusulkan pemerintah daerah pada pemerintah pusat, kebutuhan riil pupuk subsidi mencapai 13,38 juta ton. Dengan kata lain, terdapat selisih 3,88 juta ton dengan alokasi pupuk subsidi yang ditetapkan Kementerian Pertanian.

"Gap yang cukup jauh ini berpotensi menimbulkan masalah kelangkaan pupuk," ungkap Amran.

Menurut Mentan Amran, kelangkaan pupuk dapat menjadi batu sandungan bagi upaya pemerintah mencapai swasembada pangan. Petani pun harus menanggung ongkos mahal bila pupuk langka. Sebagai solusi, Mentan Amran meminta Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) untuk menambah penyaluran pupuk subsidi agar tak terjadi kelangkaan pupuk.

"Jadi PIHC tambah volume penyaluran, kekurangan pembayarannya ditanggulangi pemerintah di APBN tahun berikutnya," ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menjelaskan, pihaknya terpaksa menggunakan sistem kurang bayar karena keterbatasan anggaran. Artinya, kekurangan pembayaran untuk pupuk bersubsidi yang disalurkan oleh PIHC baru akan dibayar lewat APBN 2016. "Solusinya adalah dengan menggunakan sistem kurang bayar," ujar Amran.

Terkait jumlah tambahan alokasi pupuk bersubsidi, Amran akan mendiskusikannya lebih lanjut dengan PIHC. Tambahan alokasi disesuaikan dengan kemampuan PIHC agar produsen pupuk plat merah tersebut juga tak dirugikan. "Nanti dirapatkan dengan PIHC," pungkasnya.

Sebagai informasi, tahun ini pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp28 triliun untuk alokasi pupuk subsidi sebanyak 9,5 juta ton. Alokasi ini terdiri dari pupuk urea sebanyak 4,1 juta ton, pupuk Sp-36 850 ribu ton, pupuk ZA 1,05 juta ton, pupuk NPK 2,55 juta ton, dan pupuk organik 1 juta ton. Jumlah ini lebih tinggi dibanding alokasi tahun lalu yang hanya 7,78 juta ton dengan dana Rp18 triliun.

Harga Eceran Tertinggi (HET) dan jatah pupuk subsidi per provinsi hingga level kecamatan sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 130 Tahun 2014.

HET pupuk subsidi sangat jauh di bawah harga pasaran, sehingga sangat membantu petani menekan biaya produksi. Sebagai gambaran, HET pupuk urea hanya Rp1.800/kg, sedangkan harga pasaran pupuk jenis serupa Rp4.800/kg.(humas kementerian pertanian/lasman simanjuntak)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini